Diduga Terlibat Perdagangan Manusia, WNA Asal Mesir Ditangkap

Seorang warga Negara Asing (WNA) asal Mesir, Ahmed Abdel Hafiz Ali ditangkap Polres Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), NTB dan diserahkan ke kantor Keimigrasian Mataram.

NUSANTARA

Selasa, 11 Nov 2014 14:13 WIB

Author

Turmuzi

Diduga Terlibat Perdagangan Manusia, WNA Asal Mesir Ditangkap

mesir, perdagangan manusia, NTB

KBR. Mataram - Seorang warga Negara Asing (WNA) asal Mesir, Ahmed Abdel Hafiz Ali ditangkap Polres Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), NTB dan diserahkan ke kantor Keimigrasian Mataram. 


Ahmed ditangkap karena diduga menjadi anggota sindikat pelaku perdagangan orang, untuk dijadikan sebagai tenaga kerja wanita ilegal di luar negeri. 


Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakin) Mataram, Indra Iskandarsyah mengatakan, Ahmed juga diduga menyalahgunakan visa izin tinggal. Di paspornya dengan jelas tertera bahwa izin tinggalnya di ada Bandung, yang dikeluarkan kantor keimigrasian Bandung


“Terkait dengan warga negara Mesir, telah ditangkap seorang warga negara asing yang diduga menyalahgunakan visa maupun human trafficing. Sementara diduga perekrutan mencari orang TKW” kata Indra Iskandarsyah di Mataram, Selasa (11/11)


Indra menjelaskan, Ahmed ditangkap Polres Kabupaten Lombok Tengah di hotel Nusadana Loteng dan saat masih menjalani proses pemeriksaan oleh petugas imigrasi Mataram. 


Amed sendiri dalam menjalankan aksinya tidak sendirian, melainkan bersama satu orang temannya yang juga berkewarganegaraan Mesir. Indra mengatakan, petugas imigrasi Mataram, bersama aparat kepolisian sampai sekarang terus mencari keberadaan satu WNA mesir yang melarikan diri itu. 


Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatan warga setempat yang membantu kedua warga Mesir itu. 


“Saat menjalani pemeriksaan Ahmed sempat tutup mulut, melakukan aksi mogok makan dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.” 


Ditambahkan indra, rencananya istri Ahmed, yang merupakan warga Bandung, akan datang untuk menjelaskan maksud kedatangan suaminya ke Lombok kepada petugas Imigrasi.


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN