Cerita Helikopter Jokowi Gagal Mendarat di Meranti, Riau

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang kunjungannya ke Provinsi Riau menyusul kegagalannya bertemu dengan dengan masyarakat di lokasi bekas kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

NUSANTARA

Kamis, 27 Nov 2014 08:50 WIB

Author

Sasmito

Cerita Helikopter Jokowi Gagal Mendarat di Meranti, Riau

Jokowi, riau, asap

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang kunjungannya ke Provinsi Riau menyusul kegagalannya bertemu dengan dengan masyarakat di lokasi bekas kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Semula Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan dengan helikopter langsung berkunjung ke Sungai Tohor, Meranti, setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sekitar pukul 11.30 WIB dari Bengkulu. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau kilang sagu di sana, dan melihat pembendungan kanal yang dilakukan oleh warga setempat.

Namun setelah beberapa menit mengudara helikopter Super Puma yang mengangkut rombongan Jokowi ke Kepulauan Meranti dihadang cuaca buruk. Akhirnya helikopter yang ditumpangi Jokowi kembali ke Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Seperti dilansir Setkab, Presiden Jokowi tetap meyakinkan, akan menemui rakyat di Meranti. Untuk itu, Presiden memutuska memperpanjang waktu kunjunganya ke Pekanbaru. TNI sudah menyiapkan 3 helikopter, yakni dua jenis Bell dan satu Super Puma khusus untuk Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi dikabarkan menginap di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, dan dijadwalka akan kembali menggunakan helikopter ke Sungai Tohor, Kepulauan Meranti pada Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB.

Kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, Rabu (26/11), Presiden Jokowi mengatakan, masalah kebakaran tidak ada solusi baru, karena semuanya sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Ia menyebutkan, tidak ada terobosan, karena ini hanyalah masalah niat mau atau tidak mau menyelesaikan.

Presiden menegaskan, dirinya sudah menerima laporan dari semua pihak baik TNI-Polri, kementerian terkait dan pemerintah daerah hingga LSM lingkungan bahwa semua pihaknya sebenarnya sudah mengerti mengenai masalah kebakaran lahan dan hutan. Hanya saja, Jokowi menilai belum semua pihak benar-benar berniat dan berkomitmen kuat untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Kalau ada niat, semua akan selesai. Masalah kebakaran semua sudah tahu. Makanya saya tegaskan di depan tadi, ini mau menyelesaikan atau tidak,” tegas Jokowi.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18