70 ribu Koperasi Se-Indonesia Gulung Tikar

KBR- Pemerintah mencatat sekitar 70 ribu koperasi di Indonesia gulung tikar. Selain manajemen yang buruk juga permasalahan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola dunia usaha menjadi penyebab operasional koperasi tersebut terhenti alias kolaps

NUSANTARA

Sabtu, 08 Nov 2014 15:02 WIB

Author

Erwin Jalaluddin

70 ribu Koperasi Se-Indonesia Gulung Tikar

koperasi, gulung tikar

KBR- Pemerintah mencatat  sekitar 70 ribu koperasi di Indonesia gulung tikar. Selain manajemen yang buruk juga permasalahan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola dunia usaha menjadi penyebab operasional koperasi terhenti. (Baca: Ratusan Koperasi di Aceh Utara Gulung Tikar)

Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Pemasaran Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Nyak Ubin mengatakan, beragam usaha ditanah air bangkrut, sehingga  rawan tutup. Bahkan, hampir seluruh koperasi  tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

” Jumlah total koperasi itu sekitar 208 ribu unit dari itu 35 persen tidak aktif. Pertama mereka (koperasi-red) tidak aktif, karena kemampuan untuk mengembangkan usaha tidak ada. Yang kedua, memang tidak ada lagi sama sekali koperasinya, ” kata Nyak Ubin ketika melakukan kunjungan kerja di Lhokseumawe, Sabtu (8/11).

Menurut Nyak Ubin , dibutuhkan modal untuk mengaktifkan kembali koperasi yang tidak lagi aktif. Selain itu, dibutuhkan pinjaman modal  pemerintah untuk koperasi simpan pinjam. Dia mengharapkan, koperasi di berbagai daerah bisa kembali aktif untuk membuka lapangan pekerjaan.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit