Wah, Sejak Juli Stok Obat Malaria di Timika Kosong

Persediaan obat malaria jenis dihydroartemisinin-piperaquine (DHP) di Kabupaten Mimika, Papua kosong. Kekosongan obat malaria ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu.

NUSANTARA

Jumat, 01 Nov 2013 14:30 WIB

Author

Spedy Paereng

Wah, Sejak Juli Stok Obat Malaria di Timika Kosong

Juli, Stok Obat, Malaria, Timika

KBR68H, Timika - Persediaan obat malaria jenis dihydroartemisinin-piperaquine (DHP) di Kabupaten Mimika, Papua kosong. Kekosongan obat malaria ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu.

Kepala Sub Dinas Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Saiful Takin mengatakan, obat malaria jenis DHP sudah habis bukan Juli lalu. Meski demikian kata Saiful, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mendapat bantuan dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur sebanyak 4000 kure.

"Sejak persediaan obat malaria jenis DHP ini sudah mulai habis, kami sudah ajukan untuk penambahan ke provinsi maupun ke pusat namun hingga saat ini belum juga dikirim. Selama kekosongan ini, untungnya kami mendapat bantuan dari Kabupaten Bima, NTB sehingga obat bantuan itu yang kami gunakan untuk pelayanan, tapi terbatas sehingga kami harus seletif dalam membagi ke puskesmas maupun rumah sakit, kami utamakan dulu untuk anak-anak" jelas Saiful.

Kondisi ini, kata dia, yang membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) hanya mendapat sedikit jatah DHP.

Saiful menambahkan, dari informasi yang ia peroleh, Kementerian Kesehatan telah mengirim obat malaria jenis DHP ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Namun ia tidak mengetahui penyebab belum dkirimkannya obat itu ke Timika.

Selain obat jenis DHP, Saeful mengakui, ada juga obat lain seperti Kina dan ARCO untuk menyembuhkan penyakit malaria. Namun untuk obat ARCO lebih banyak digunakan untuk prajurit TNI, sedangkan obat Kina sulit diterima karena masih masyarakat sudah terbiasa dengan obat DHP. Selain itu, proses konsumsi obat juga lebih lama.

Karenanya, ia berharap pasokan DHp segera masuk ke Timika.

"Kami harapkan minggu depan obat DHP dari kementerian kesehatan yang saat ini ada di Jayapura bisa segera dikirim sehingga bisa ada persediaan hingga beberapa bulan ke depan" harapnya.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme