Mengapa Polisi NTT Sulit Usut Kasus Pembakaran Kantor Gubernur?

Kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pemerintah Provinsi NTT memberikan blueprint atau cetak biru (rancangan, red.) gedung Kantor Gubernur NTT. Ini guna mengungkapkan pelaku pembakaran gedung pada 9 Agustus lalu itu.

NUSANTARA

Senin, 11 Nov 2013 15:50 WIB

Author

Silver Sega

Mengapa Polisi NTT Sulit Usut Kasus Pembakaran Kantor Gubernur?

Polisi NTT, Pembakaran Kantor Gubernur

KBR68H, Kupang - Kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pemerintah Provinsi NTT memberikan blueprint atau cetak biru (rancangan, red.) gedung Kantor Gubernur NTT. Ini guna mengungkapkan pelaku pembakaran gedung pada 9 Agustus lalu itu.

Kepala Polisi NTT I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, blueprint akan dijadikan sebagai pembanding dengan kondisi yang sekarang.

"Gedung-gedung yang apalagi fasilitas publik itu ya memang idealnya itu harus dilengkapi dengan blueprint karena untuk memungkinkan bagi siapapun sesuai dengan perannya ketika terjadi keadaan darurat atau emergensi di paham gitu. Gedung itu seperti apa fungsinya gini-gini-gini. Demikian juga dalam rangka ketika ingin me-review kalau terjadi kebakaran seperti kemarin. Kalau kebakarankan sudah tidak seperti konstruksi awalnya. Sehingga blueprint itu nanti akan jadi pembanding," jelas I Ketut Untung Yoga Ana.

DPRD NTT sebelumnya mempertanyakan kinerja Kepolisian dalam mengungkapkan kasus terbakarnya Kantor Gubernur NTT.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensi Mabes Polri menyatakan, penyebab kebakaran bukan karena arus pendek listrik. Namun Kepolisian NTT belum bisa mengungkap sumber api dan pelaku yang sebenarnya. Polisi sudah memeriksa banyak saksi, namun polisi belum menemukan saksi yang mengetahui penyebab kebakaran.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10