Koalisi Pemuda Maluku Tolak Saut Situmorang Jadi Penjabat Gubernur

KBR68H, Ambon - Koalisi Pemuda Maluku menolak Saut Situmorang sebagai penjabatGubernur Maluku.

NUSANTARA

Jumat, 01 Nov 2013 10:34 WIB

Author

Radio DMS Ambon

Koalisi Pemuda Maluku Tolak Saut Situmorang Jadi Penjabat Gubernur

saut situmorang, penjabat gubernur, ditolak, maluku

KBR68H, Ambon - Koalisi Pemuda Maluku menolak Saut Situmorang sebagai penjabatGubernur Maluku. KPM menilai tindakan pemerintah pusat dengan mengakomodir Saut Situmorang sebagai caretaker, menunjukan kalau pemerintah pusat  tidak mengakui sumber daya masyarakat daerah ini.

Kebijakan itu dinilai melecehkan dan menginjak harkat dan martabat rakyat Maluku, padahal banyak putra daerah yang saat ini berada di pemerintahan baik provinsi maupun pusat, bahkan memiliki kemampuan yang melebihi Saut Situmorang baik dari sisi kepangkatan maupun pengalaman birokrasi.

Koordinator Koalisi Pemuda Maluku, Rusdi Rumata menilai, penempatan Situmorang merupakan bentuk konspirasi politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk kepentingan politik Partai Demokrat  jelang pesta demokrasi 2014.

Menurut Rumata, Situmorang merupakan salah satu aktor penolakan Rancangan Undang Undang (RUU) Kepulaun yang sampai saat ini masih diperjuangkan oleh masyarakat Maluku. Dengan demikian pelantikan dan penugasan Situmorang, sebagai Penjabat Gubernur Maluku oleh Presiden SBY, dianggap tidak layak.

Koalisi Pemuda Maluku yang tergabung didalamnya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM, Pengurus Besar (PB) Aliansi Masyarajat Seram Bersatu (ASMB) DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Aksi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Maluku , Front Pemuda Peduli Demokrasi (FPPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Oposisi Pemerintah Pusat (DPW GOPP) Maluku, menolak dengan keras Saut Situmorang menjabat  sebagai Gubernur Maluku, dan meminta Presiden SBY untuk segera menganulir SK Caretaker Gubernur Maluku tersebut.

Sumber: Radio DMS Ambon

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aparat Dinilai Tak Tegas Usut Pelaku Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Kabar Baru Jam 15

Mengenal Sastra Dari Selatan

Kabar Baru Jam 14