Kesenian Tradisional di DIY Terancam Punah

KBR68H, Yogyakarta

NUSANTARA

Senin, 18 Nov 2013 15:39 WIB

Author

Radio Star Jogja FM

Kesenian Tradisional di DIY Terancam Punah

Kesenian, Tradisional, DIY

KBR68H, Yogyakarta–Selama November 2013, sebanyak 24 kelompok kesenian tradisional yang berasal dari empat Kabupaten dan Kota di DIY akan tampil halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl. Sriwedani No 2.

Kegiatan bakal berlangsung setiap akhir pekan (Sabtu-Minggu) dari pagi hingga malam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengakomodasi kesenian tradisi di DIY yang makin hari kian terpinggirkan.

Menurut penanggung jawab kegiatan, Sri Eka Kusumaningayu, pentas bertujuan memberi ruang ekspresi kepada kelompok kesenian tradisional agar mendapat apreasi seluas-luasnya dari masyarakat.

“Gelar seni ini untuk membuka ruang apreasi, sebagai upaya agar masyarakat kembali mengenali dan mencintai kesenian tradisi yang kini nasibnya semakin terpinggirkan oleh pengaruh global melalui tayangan televisi,” ujar Sri Eka Kusumaningayu.

Jumlah kelompok kesenian tradisi di Jogja, kata Sri Eka, saat ini mencapai ratusan, namun kondisinya seakan mati suri. Selain karena jarang ditampilkan, juga karena mandegnya regenerasi. Rendahnya generasi muda untuk terlibat pada aktivitas seni tradisi dinilai menjadi penyebab utama terancamnya proses regenerasi bagi pelaku kesenian tradisi.

“TBY mencoba memberi ruang agar kelompok kesenian tradisi bisa tampil secara rutin. Harapan kami program ini bisa menumbuhkan minat generasi muda agar peduli dan ikut berperan aktif dalam proses kelangsungan kesenian tradisional, “ kata Sri.

Sri menambahkan, program tersebut juga mencoba merespons tren kunjungan wisata di Jogja yang selalu meningkat di setiap akhir pekan. Dengan digelarnya program gelar seni setiap akhir pekan ini, bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jogja kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Semoga melalui program ini juga mampu menarik kunjungan wisata ke Jogja dan memberi kontribusi dalama peningkatan lama tinggal wisatawan di kota budaya ini,” tandas Sri Eka Kusumaningayu.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, tanpa dipunggut biaya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan.

Sumber: Radio Star Jogja FM

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak