Bagikan:

IDI Surakarta: Masyarakat Biar Tahu Bagaimana Rasanya Tanpa Dokter

Sekitar 500 dokter dari berbagai rumah sakit di Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di Kompleks Manahan Kota Surakarta.

NUSANTARA

Rabu, 27 Nov 2013 14:03 WIB

IDI Surakarta: Masyarakat Biar Tahu Bagaimana Rasanya Tanpa Dokter

IDI Surakarta, demo, Dokter Ayu

KBR68H, Surakarta - Sekitar 500 dokter dari berbagai rumah sakit di Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di Kompleks Manahan Kota Surakarta.

Juru bicara aksi para dokter tersebut, dokter Fathoni mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas kriminalisasi terhadap profesi dokter. Dokter Fathoni, yang juga menjadi penasehat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di kota Surakarta tersebut menegaskan, seluruh aktifitas dokter di rumah sakit, maupun praktik pribadi, serentak diliburkan, kecuali dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Aksi ini sebagai bentuk solidaritas rekan-rekan sejawat kita, para aparat penegak hukum menahan dan memenjarakan dokter Ayu dan kawan-kawan. Semua aktivitas dokter di Surakarta kita liburkan, baik itu yang praktek di rumah sakit, puskesmas, poliklinik maupun praktek pribadi semua libur hari ini. Masyarakat biar tahu bagaimana rasanya tanpa dokter. Tak ada dokter yang bertindak. Semua dokter, bukan hanya dokter kandungan atau SPOG saja. Semua dokter umum, spesialis, libur semua. Kecuali dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat,” kata dokter Fathoni saat melakukan aksi unjuk rasa di Surakarta, Rabu (27/11).

Aksi demo para dokter membuat aktifitas di sejumlah rumah sakit tampak sepi. Puluhan warga yang hendak periksa rutin ke Rumah Sakit Dokter Muwardi kota Surakarta terpaksa pulang karena aksi mogok para dokter.

Para calon pasien yang berasal dari kota Surakarta dianjurkan oleh sejumlah satpam untuk kembali lagi besok. Sedangkan dari luar kota Surakarta diarahkan ke ruang IGD. Aktifitas IGD tampak normal dengan sejumlah dokter yang bertugas jaga atau piket.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending