GP Anshor: Polisi Seharusnya Tidak Membatalkan Perayaan Asyura di Bandung

Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Nahdlatul Ulama siap mengerahkan Gerakan Anshor Serbaguna (Banser) untuk mendukung Hari Asyura yang bakal digelar di Bandung, Jawa Barat, sore ini.

NUSANTARA

Kamis, 14 Nov 2013 13:37 WIB

Author

Sindu Dharmawan

GP Anshor: Polisi Seharusnya Tidak Membatalkan Perayaan Asyura di Bandung

polisi, ormas islam, IJABI, asyura

KBR68H, Jakarta - Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Nahdlatul Ulama siap mengerahkan Gerakan Anshor Serbaguna (Banser) untuk mendukung Hari Asyura yang bakal digelar di Bandung, Jawa Barat, sore ini. 


Ketua Umum GP Anshor, Nusron Wahid mengatakan, kepolisian tidak seharusnya mengalah oleh desakan organisasi masyarakat yang menolak acara itu. Kata dia, kepolisian tetap bisa memberikan izin, dengan catatan melokalisir pelaksanaan acara tersebut.


“Enggak boleh membatalkan atas nama hanya karena desakan satu dua kelompok. Itu enggak boleh. Tetapi, kalau memang demi dan atas nama ketertiban sosial, harusnya dilokalisir saja. Dalam arti dilokalisir, tempatnya di mana gitu yang tidak mengganggu masyarakat yang punya keyakinan lain terganggu, kan begitu,” tegas Nusron Wahid kepada KBR68H, Kamis (14/11).


Nusron Wahid menambahkan, pertentangan dalam perayaan tersebut adalah hal yang wajar. Namun, sebagai negara yang menganut azas Pancasila, semua orang berhak menghormati acara Asyura tersebut. 


Kepolisian Bandung, Jawa Barat membatalkan izin keramaian dalam acara Pertemuan Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Nasional dan perayaan Hari Asyura di Bandung. Kepolisian beralasan, pembatalan itu dilakukan karena ada penolakan dari 20 ormas. Polisi bahkan berniat membubarkan acara tersebut. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka