Bagikan:

Ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Aceh Utara Mogok Kerja

"Kami minta keadilan di sini. Jalan keluarnya kalau tidak ada titik temu, Kita akan boikot terus"

NUSANTARA

Kamis, 13 Okt 2022 08:16 WIB

nakes RSUD Aceh Utara mogok

Ratusan nakes RSUD Cut Mutia aksi mogok kerja tuntut SK status, Rabu (12/10). (KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Lhokseumawe- Sedikitnya 841 orang tenaga kesehatan sukarela di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM) Kabupaten Aceh Utara, Aceh, mogok kerja. Kondisi ini menyebabkan pelayanan kesehatan di rumah sakit menjadi terganggu.

Koordinator Aksi, Wahyu Kusmiran mengatakan, aksi itu bertujuan menuntut  kejelasan  status tenaga kesehatan tersebut. Kata dia, nakes sudah mengabdi sebagai tenaga sukarela selama 15 tahun.

”Kalau sudah keputusan dan titik temu antara pihak rumah sakit dengan Kami pulang, kalau enggak Kami tidak akan pulang. Kami minta keadilan di sini. Jalan keluarnya kalau tidak ada titik temu, Kita akan boikot terus tentang ini,” kata Wahyu Kusmiran menjawab wartawan di sela-sela aksi protes bertempat di halaman pintu gerbang RSUDCM, Rabu (12/10).

Menurut Wahyu Kusmiran, nakes menuntut Pemkab Aceh Utara untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang pembayarannya secara resmi melalui APBD maupun APBN. Sehingga, dapat berpartisipasi dalam pendataan non Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti yang dikeluarkan petunjuk teknis pendataan non ASN Badan Kepegawaian Nasional Kemenpan-RB RI.

”Kami butuh SK dan pembayaran yang sah dari APBD. Kami pernah mengisi dalam pendataan non-ASN dan berakhir ditolak karena tak miliki SK dari Bupati atau Direktur. Kami ada Surat Perintah Membayar (SPM), tapi dari jasa pelayanan BPJS,” tutur Wahyu.

Kata dia, nakes sejak 2019 menuntut kejelasan status   tersebut. Dampaknya, Ia dan beberapa rekan lain dimutasi oleh pihak rumah sakit tanpa ada Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3.

Kata dia, saat aksi protes mogok kerja tenaga kesehatan non ASN itu,  rumah sakit  malah membuka penerimaan terhadap 73 tenaga kesehatan tambahan dari tetangganya RSUD dr Muchtar Hasbi. Bahkan, sebagian di antaranya sudah menjalani orientasi pelayanan kesehatan di SUDCM Aceh Utara.

”Kami juga menuntut pengelolaan dana BPJS Kesehatan harus transparan dan jelas, jangan ada ditutupi dan gaji kami juga harus standar UMP. Kami mohon pihak BPKP mengaudit ke RSUDCM,” terangnya.

Baca juga:

Menanggapi aksi itu,  Direktur RSUCM Aceh Utara, Baihaqi menjelaskan, tidak mempermasalahkan aksi mogok di kalangan tenaga sukarela tersebut. Kata dia, pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan menyiagakan ASN secara optimal.

”Kita lihat sekarang ini ada turbulensi, kayak pesawat ada turbolensi, jadi di sinipun ada. Adik-adik atau saudara Kita ada buat sedikit aksi,” kilah Baihaqi.

Amatan KBR di lokasi aksi mogok ratusan tenaga kesehatan sukarela itu berlangsung aman dan lancar. Petugas medis itu menduduki halaman depan RSUDCM Aceh Utara.

Aksi ini mendapat pengamanan ekstra ketat dari satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian.

Editor: Rony Sitanggang


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending