Bagikan:

Kerugian Sementara Akibat Banjir di Aceh Utara Capai Rp65 Miliar

"Sampai saat ini baru Rp65 miliar infrastruktur yang hancur. Itu data yang masuk kerusakannya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pendidikan, dan dari sektor pertanian"

NUSANTARA

Senin, 10 Okt 2022 16:53 WIB

Gerombolan siswa yang bermain di jalan karena sekolah mereka diliburkan akibat banjir, Senin (10/10/

Gerombolan siswa yang bermain di jalan karena sekolah mereka diliburkan akibat banjir, Senin (10/10/22). (Foto: KBR/Erwin Jalaludin)

KBR, Aceh Utara – Kerugian sementara dampak bencana alam banjir yang menerjang Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ditaksir mencapai Rp65 miliar.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Hamdani mengatakan, selain fasilitas di sektor pendidikan, fasilitas di sektor lain seperti jalan, jembatan, tanggul sungai, dan lain-lain juga rusak parah karena diterjang banjir.

"Sampai saat ini baru Rp65 miliar infrastruktur yang hancur. Itu data yang masuk kerusakannya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pendidikan, dan sebagian dari sektor pertanian,” katanya menjawab KBR, Senin (10/10/2022).

Hamdani memperkirakan dampak kerugian akibat bencana tersebut akan terus bertambah, karena sedang dilakukan pendataan secara akurat di segala sektor.

"Seluruh data kerugian itu didata masing-masing dinas dan perangkat daerah," jelasnya.

Saat ini sebanyak 16 kecamatan di Aceh Utara terendam banjir sejak 5 hingga 10 Oktober 2022.

Berita terkait:

"Dengan korban banjir yang mengungsi berjumlah 39.957 jiwa atau 11.645 Kepala Keluarga," katanya.

Selain itu ada 7 unit rumah yang hanyut lantaran terseret arus banjir yang begitu deras, imbuh Hamdani.

Pengungsi, tambah Hamdani, masih mengungsi di masjid dan meunasah atau musala.

Adapun 16 kecamatan yang diterjang banjir di Aceh Utara, meliputi Pirak Timu, Matangkuli, Paya Bakong, Lhoksukon, Cot Girek, Tanah Luas, Langkahan, Dewantara, Samudera, Nisam, Muara Batu, dan Geureudong Pase, serta Sawang. Kemudian, Kecamatan Banda Baro, Kuta makmur, dan Baktiya.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 2: Apa yang Bisa dilakukan Media dalam Kampanye Pencegahan Kekerasan Seksual?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending