Bagikan:

Gas Amonia Menyebar ke Permukiman Warga di Aceh Utara, PT PIM Ungkap Penyebabnya

Warga mengalami gangguan kesehatan seperti pusing dan mual lantaran menghirup gas amonia.

NUSANTARA

Kamis, 06 Okt 2022 11:16 WIB

gas amonia

Warga melintas di depan PT Pupuk Iskandar Muda di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh buka suara mengenai penyebab gas amoniak dari perusahaan itu menyembur ke udara dan mengarah ke permukiman warga.

Juru bicara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Dedi Ikhsan mengatakan amoniak menyembur ke permukiman masyarakat pada saat start-up (penyalaan) operasional pabrik urea. '

Pada saat penyalaan, control valve dan setting valve mesin bermasalah dan tak terkendali dengan maksimal sehingga menyebabkan adanya tekanan gas dan amoniak.

Zat kimia berbahaya itu terpapar ke udara, sehingga menimbulkan bau aroma menyengat di lingkungan warga binaan setempat.

Menurut Dedi Ikhsan, amoniak tersebut digunakan PT PIM sebagai bahan baku utama memproduksi pupuk urea.

"PIM dalam rangka start-up pabrik urea. Jadi saat start-up pabrik urea,, yang namanya industri itu kebetulan angin sedang berhembus posisinya ke arah barat dan utara, yang mengarah ke permukiman penduduk lebih sekitar 1-2 jam," kata Dedi Ikhsan menjawab KBR, Rabu (5/10/2022).

Humas PT PIM, Dedi Ikhsan menambahkan, peristiwa terlepasnya amoniak dari pabrik urea itu berlangsung sekitar 1-2 jam.

Akibatnya, warga yang terpapar zat amoniak mengalami gangguan kesehatan.

"Kita sudah sarankan kepada warga yang mual dan pusing untuk ke rumah sakit PT PIM. Berhubung pernah dilakukan simulasi tentu semuanya bisa tertangani dengan baik melalui cara membasahi kain untuk ditempelkan pada bagian hidung, biar zat amoniak larut tercegah dari gangguan kesehatan," jelasnya.

Sebelumnya ratusan warga Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, diduga terpapar bau menyengat gas amonia dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Mereka, bermasalah dengan gangguan kesehatan lantaran menghirup zat berbahaya kimia itu dengan kondisi pusing dan mual-mual.

Insiden warga keracunan gas berbahaya dari PT PIM sudah kerap terjadi dari 2016. 

Baca juga:


Antisipasi

Humas PT PIM, Dedi Ikhsan menyatakan perusahaan akan menampung aspirasi masyarakat, agar pencemaran lingkungan oleh amoniak dapat diminimalkan. Dengan cara pemasangan beberapa alat petunjuk arah mata angin atau kondom angin.

Ia mengatakan PT PIM ke depan akan melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat saat akan dilakukan start-up pabrik urea, baik pabrik 1 maupun 2. Termasuk, memfasilitasi rumah sakit dalam penanganan korban dampak lingkungan tersebut.

"Kita sudah duduk bersama warga dan Muspika Kecamatan Dewantara, supaya penanganannya ke depan lebih baik lagi. Sarannya Kita tampung semua, biar tak ada dampak di kemudian hari," kata Dedi.

Ia menjelaskan, amoniak adalah salah satu bahan baku untuk memproduksi pupuk urea, sehingga rentan menimbulkan paparan ke arah permukiman masyarakat.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending