Bagikan:

Gajah di Aceh Timur Mati di Perkebunan Diduga Keracunan

”Dugaan Kita itu gajah sudah makan pupuk dengan racun tanaman,"

NUSANTARA

Senin, 17 Okt 2022 09:30 WIB

gajah betina mati

Gajah betina mati di perkebunan, Dusun Rukun Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (15/10/22). (Polsek Serbajadi)

KBR, Aceh-  Satu gajah betina ditemukan mati pada area perkebunan di Dusun Rukun Makmur, Gampong Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Satwa liar ini diduga mati keracunan karena memakanan pupuk dan pestisida usai mengobrak-abrik gubuk masyarakat tani setempat.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Serbajadi, Hendra Sukmana mengatakan, aparat keamanan bersama tim dokter dah ahli hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan nekropsi atau bedah bangkai.

Diduga gajah berjenis kelamin betina berusia sekitar 7 tahun itu mati keracunan makanan di gubuk tersebut.

”Dugaan Kita itu gajah sudah makan pupuk dengan racun tanaman, tadi dokternya itu sudah nekropsi (bedah bangkai). Jadi, kalau Saya lihat itu nampaklah Butiran-butiran pupuk yang sudah dimakan (gajah-red),” tutur Hendra Sukmana menjawab KBR, Minggu (16/10) malam.

Baca juga:

Bayi Gajah Ditemukan Mati Terluka di Aceh Timur

Tiga Harimau Sumatera Mati di Aceh Selatan

Sementara itu Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto menjelaskan, gajah ini diperkirakan saat ditemukan sudah mati beberapa hari sebelumnya. 

Kata Agus, sekitar 150 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bekas gubuk yang rusak parah dengan pupuk dan pestisida berhamburan.

”Tidak ditemukan adanya bentuk kekerasan apapun. karena ditemukan pupuk berceceran di dekat rumah gubuknya (gubuk rusak petani),” jelas Agus Arianto.

Ia menyebutkan, ada sejumlah barang bukti dan sampel organ tubuh satwa yang disita untuk diuji laboratorium forensik. Masing-masing adalah lidah, paru, jantung, lambung, usus halus, usus besar, hati, limpa, ginjal, dan saluran pencernaan. Keseluruhan organ akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji laboratorium.

Bangkai gajah kemudian dikubur di lokasi perkebunan tempat ditemukan.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Tergoda Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending