covid-19

Belasan Tersangka Penyerangan Pos TNI di Papua Barat Masih Buron, Tujuh Ditangkap

Lima tersangka lain ditangkap di beberapa lokasi berbeda pada pekan lalu.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 04 Okt 2021 16:09 WIB

Tujuh Tersangka Penyerangan Pos TNI di Papua Barat Telah Ditangkap

Ilustrasi patroli aparat di Papua. Foto: ANTARA

KBR, Jayapura- Polda Papua Barat menangkap tujuh tersangka penyerangan Pos Koramil persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Juru bicara Polda Papua Barat, Adam Erwindi mengatakan dua tersangka berinisial MY dan MS ditangkap pascapenyerangan pos ramil pada Kamis, 2 September 2021.

Sementara lima tersangka lain ditangkap di beberapa lokasi berbeda pada pekan lalu.

Mereka ditangkap pada 27 September 2021, 28 September 2021, dan 29 September 2021. Kelima tersangka itu, yakni AK, RY, AY, YW, LK.

"Total yang sudah diamankan (ditangkap) menjadi tujuh orang tersangka. Tujuh orang tersangka ini sekarang sudah ditahan. Dalam pemeriksaan untuk mempertanggungjawakaan perbuatannya. Sudah tujuh orang yang diamankan, di-BAP dan menjalankan proses hukum di Polres Sorong Selatan," kata Adam Erwindi, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Empat Prajurit TNI Tewas di Maybrat, Ini Perintah Pangdam Kasuari

Juru bicara Polda Papua Barat, Adam Erwindi mengatakan ketujuh tersangka yang telah ditangkap, disangkakan Pasal 340 subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

Menurutnya, TNI dan Polri masih mengejar 14 tersangka lain, yang telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Warga diminta dapat bekerja sama dengan aparat keamanan. Melaporkan apabila mengetahui keberadaan 14 tersangka yang kini dalam pencarian.

Pada Sabtu dinihari, 2 September 2021, puluhan orang menyerang Pos Koramil persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Akibat penyerangan itu, empat prajurit TNI meninggal dan dua lainnya mengalami luka sabetan benda tajam.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung