covid-19

34 Kali Alami Gempa, 33 Rumah di Semarang Rusak Ringan

Tenda-tenda itu didirikan untuk warga yang merasa khawatir jika harus berada di dalam rumah.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 25 Okt 2021 19:05 WIB

Author

Aninda Putri

Rentetan gempa di Jawa Tengah

Ilustrasi rumah rusak akibat gempa. Foto: ANTARA

KBR, Semarang- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Jawa Tengah, menyebut ada puluhan aktivitas gempa berkekuatan 3 magnitudo terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa sejak Sabtu dinihari (23/10).

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayogie menjelaskan, aktivitas gempa yang terjadi di sekitar Kabupaten Semarang, yakni, Banyubiru, Ambarawa dan Salatiga merupakan jenis gempa swarm, yaitu gempa berkekuatan kecil di bawah 3,5 magnitudo dengan waktu lama.

"Berdasarkan hasil monitoring dari BMkG sampai hari ini tercatat ada 34 gempa yang terjadi dan hari ini tercatat satu kali gempa susulan dengan kekuatan 2,5 magnitudo dengan pusat gempa berada di sekitar di Rawa Pening dan Gunung Telomoyo," ungkap Setyoaji kepada KBR, Senin (25/10/21).

Setyoaji menambahkan, meski aktivitas gempa tidak terlalu besar, Ia meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati ketika berada di dalam ruangan.


Baca juga: 

Puluhan Rumah Rusak

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat puluhan rumah warga rusak akibat rentetan gempa tersebut. Plt BPBD Jateng, Safrudin menyebut rumah warga yang mengalami kerusakan sedang dengan kondisi retak terdapat di 3 kecamatan, yakni Banyubiru, Jambu dan Ambarawa.

"Dari data ada 33 rumah yang terdampak akibat gempa sebagian itu retak-retak. Dari BPBD sudah mendirikan 2 tenda darurat di RS Ambarawa dan 3 pasien covid-19 sudah dievakuasi," ungkap Safrudin kepada KBR, Senin (25/20/21).

Pelaksana tugas (Plt) BPBD Jateng, Safrudin menambahkan, ada tiga tenda darurat yang juga telah didirikan Pemerintah Kabupaten Semarang. Tenda-tenda itu didirikan untuk warga yang merasa khawatir jika harus berada di dalam rumah.


Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?