Pemenang Grand Prize Lomba Blog Serial #PutusinAja

Banyak cerita personal yang menggambarkan dinamika hubungan perokok dan nonperokok di tengah kita – cerita yang punya banyak relevansi bagi banyak di antara kita. Blogger juga pencerita yang baik, ditambah dengan penggunaan data yang tepat, maka tulisan m

NUSANTARA

Selasa, 20 Okt 2020 15:47 WIB

Author

KBR

Pemenang Grand Prize Lomba Blog Serial #PutusinAja

KBR, Jakarta- Ada banyak dampak yang ditimbulkan dari rokok, tak sekadar soal kesehatan saja, tapi juga masalah ekonomi, sosial, hingga rasa untuk ikut berpartisipasi atau memberi usulan/ desakan kepada pemerintah agar cukai rokok atau harga rokok dinaikkan.

Masalah-masalah itulah yang dibahas atau dibagikan para blogger di Indonesia pada Lomba Blog Serial #PutusinAja, yang kami gelar sebanyak 4 episode dari Juni hingga September 2020.

Ada ratusan karya yang ikut berpartisipasi.

Kini, tibalah kami mengumumkan sang Pemenang Grand Prize Lomba Blog Serial #PutusinAja.

Menurut catatan Dewan juri: Nina Samidi (Komnas Pengendalian Tembakau),Ahmad Nurhasim (Editor Sains dan Kesehatan The Conversation Indonesia) dan Citra Dyah Prastuti (Pemimpin Redaksi KBR), tulisan yang masuk dari para blogger menunjukkan ada banyak keresahan di tengah masyarakat soal tembakau dan perilaku merokok.

Banyak cerita personal yang menggambarkan dinamika hubungan perokok dan nonperokok di tengah kita – cerita yang punya banyak relevansi bagi banyak di antara kita. Blogger juga pencerita yang baik, ditambah dengan penggunaan data yang tepat, maka tulisan makin enak dibaca.

Nilai plus juga diberikan karena para blogger berupaya mencari data di tempat lain, dari sumber yang beragam, untuk memperkaya pemahaman serta membangun argumentasi lewat tulisan. Bagi media, tulisan dari para blogger menjadi semacam reality check untuk memastikan apakah materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik atau tidak.

Dan inilah dua pemenangnya, selamat!

Bambang Purnomo, Brebes Jawa Tengah

Urgensi Kenaikan Cukai Rokok di Tengah Pandemi

Catatan juri: Cerita personal yang sangat kuat, mengajak kita untuk menyelesaikan tulisan sampai tuntas. Penulis bercerita dari sudut pandang seorang perokok yang tumbuh besar di keluarga perokok – cerita yang cukup jamak di Indonesia. Pesan yang didorong penulis sangat jelas dan kuat: cukai perlu dinaikkan, dan argumentasinya dibangun di sepanjang tulisan. Ada selipan data yang cukup, tidak berlebihan.

Irene Natalia, Jakarta

Cukai Rokok Naik, Pandemi Saat Tepat Berhenti Merokok

Catatan juri: Tulisan fokus dengan pesan yang juga kuat: cukai rokok harus naik. Argumentasi dibangun dengan menyebut soal perbandingan harga, dan yang menarik, penulis juga menyebut soal ‘denormalisasi rokok’ – bahwa merokok harus tidak dianggap sebagai suatu kegiatan yang biasa-biasa saja alias normal. Tulisan juga runtut dengan menjelaskan kenapa rokok harus dijual dengan harga semahal mungkin.

Perilaku merokok memang sulit diubah (dan karenanya perlu dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal). Kedua tulisan menunjukkan ada langkah struktural yang bisa diambil pemerintah yaitu dengan menaikkan cukai rokok.

Masing-masing pemenang mendapatkan satu buah Laptop Lenovo.

Sebelumnya, pada awal lomba kami menyebutkan hadiah untuk dua orang pemenang Grand Prize adalah trip ke suatu kota. Namun, hadiah trip dengan terpaksa dibatalkan karena situasi pandemi dan KBR mendorong semua orang untuk 3M dengan #dirumahaja.

Pemenang akan dihubungi KBR, berikut penjelasan rincian hadiah.

Yang belum beruntung, jangan berkecil hati ya. Sampai jumpa di lomba blog KBR selanjutnya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7