Pecatan Anggota Polisi Diduga Terlibat Pemasokan Senjata Api ke KKB Papua

Eks anggota polisi itu dipecat dari kesatuan lantaran pelanggaran fatal.

NUSANTARA

Selasa, 27 Okt 2020 11:37 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pecatan Anggota Polisi Diduga Terlibat Pemasokan Senjata Api ke KKB Papua

Ilustrasi sejumlah anggota polisi di ruang sidang Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/19). Mereka disidang karena melanggar SOP. (Foto: Antara)

KBR, Jayapura- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menduga ada pecatan anggota polisi yang terlibat penyelundupan dan pemasokan senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Bumi Cenderawasih.

Kapolda Papua, Paulus Waterpauw mengatakan beberapa eks anggota polisi itu dipecat dari kesatuan lantaran pelanggaran fatal.

Mereka kemudian bekerja sama dengan anggota polisi aktif berinisial JH, untuk menyelundupkan dan menjual senjata api secara ilegal kepada KKB di berbagai wilayah di Papua.

"Berkolaborasi dengan ada beberapa mantan anggota kita yang sudah dipecat. Kemudian juga berkolaborasi dengan para pihak yang menginginkan senjata itu. Kami akan kembangkan. Kami sudah laporkan bapak kapolri, bapak wakapolri, beliau mendukung untuk kita kembangkan," kata Paulus Waterpauw, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Seorang Anggota Brimob Ditangkap karena Diduga Selundupkan Senjata Api

Kapolda Papua menyebut dugaan penyelundupan senjata api yang dilakukan JH merupakan perbuatan oknum.

Ia memastikan, tidak akan melindungi jika ada anggota polisi yang terbukti bersalah. Pelaku akan diproses hukum sesuai aturan institusi. Mulai dari hukuman disiplin, kode etik dan pidana.

JH ditangkap tim gabungan TNI-Polri di Bandara Udara Nabire, Kabupaten Nabire, Papua pada 22 Oktober 2020.

Ia ditangkap setibanya dari Jakarta dengan membawa dua senjata api laras panjang, jenis M-16 dan M-4. Diduga senjata api akan dipasok kepada KKB di sejumlah wilayah Papua.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7