Pandemi Covid, Antisipasi Lonjakan Kasus RSUP Hasan Sadikin Bandung Tambah Kapasitas

"Kalau dilihat masih 54 persen atau sekitar 61 tempat tidur yang tersedia."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 12 Okt 2020 07:28 WIB

Author

Arie Nugraha

Pandemi Covid, Antisipasi Lonjakan Kasus RSUP Hasan Sadikin Bandung Tambah Kapasitas

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. (Antara/Bagus Ahmad)

KBR, Bandung- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyediakan 131 kamar tidur perawatan isolasi untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien COVID-19. Alasannya saat ini lima daerah di Jawa Barat masuk kategori zona merah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSHS Bandung M. Kamaruzzaman, seluruh kamar tidur yang disiagakan itu berada di instalasi gawat darurat (IGD) dan gedung rawat inap.

Data hingga 7 Oktober 2020, pasien COVID-19 yang dirawat di RSHS mencapai 70 orang.

"34 orang di antaranya sudah positif COVID-19 dan sisanya berjumlah 36 orang saat ini masih menunggu hasil swab. Kalau dilihat masih 54 persen atau sekitar 61 tempat tidur yang tersedia. Artinya kami masih dapat menampung pasien-pasien rujukan untuk pelayanan COVID-19," ujar Kamaruzzaman dalam keterangan resminya di Bandung, Minggu (11/10).

Kamaruzzaman mengatakan dalam mensiasati adanya kenaikan jumlah pasien COVID-19, RSHS telah menyiapkan gedung rawat inap Kemuning untuk digunakan seluruhnya menjadi pusat isolasi.

Kamaruzzaman mengungkapkan, selain itu otoritasnya telah bekerja sama dengan Komite Pengendalian dan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat mendirikan pusat isolasi mandiri bagi pasien yang bergejala ringan. Lokasinya berada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Hotel Topaz.

Sebelumnya Pemerintah Jawa Barat mengaku, total kapasitas kamar tidur perawatan pasien COVID-19 hampir penuh.

"Jadi kami sudah mengkoordinasikan hal itu, jika memang nanti ada lonjakan kasus-kasus COVID di wilayah Jawa Barat yang datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Kamaruzzaman.

Kamaruzzaman mengingatkan kepada seluruh kelompok masyarakat bahwa masa pandemi belum berakhir. Diharapkan masyarakat menjalankan pencegahannya dengan mencuci tangan minimal 20 menit dengan sabun, menjaga jarak dan memakai masker.

Masyarakat juga dihimbau menghindari kerumunan, ruangan sempit dan tidak bepergian selama kondisinya tidak darurat. Pandemi COVID-19 sudah berjalan tujuh bulan sebut Kamaruzzaman, sehingga masyarakat harus ikut memutuskan mata rantai penyebaran untuk menekan jumlah kasus COVID-19 di Jawa Barat.


Editor: Rony Sitanggang

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi