Menggali Top Charts di KBR Prime Podcast Party S2

Genre ngobrol, komedi, percintaan, dan horor merupakan genre yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Nah, salah satu genre podcast horor yang berada di top charts adalah Podcast Malam Kliwon

NUSANTARA | INTERMEZZO

Rabu, 07 Okt 2020 21:31 WIB

Author

Elysa Rosalina

Menggali Top Charts di KBR Prime Podcast Party S2


KBR, Jakarta-
Anda ingin podcast yang Anda besut menjadi top chart di platform mendengarkan podcast, macam spotify? Tidak mudah memang. Lantas bagaimana para podcaster ini bisa sampai ke sana?

Berdasarkan survei, genre ngobrol, komedi, percintaan, dan horor merupakan genre yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia.

Nah, salah satu genre podcast horor yang berada di top charts adalah Podcast Malam Kliwon. Bimo dan Danu  yang menggawanginya. Mereka memilih genre horor karena sebelumnya pernah siaran bareng di salah satu radio untuk acara “merinding-merinding disko.”

Podast Malam Kliwon sendiri sebenarnya lebih ke genre fun horror karena Bimo dan Danu juga sering memberikan candaan di dalamnya, menyesuaikan dengan gaya mereka sendiri.

“Tadinya di episode-episode awal, gue sama Danu tuh bawainnya serius banget, tapi lama-lama capek. Jadi ya udah kita berdua memutuskan untuk bawain dengan apa adanya aja, pakai cara kita sendiri,” ujar Bimo yang dibalas anggukan oleh Danu. Mereka mengatakan ini di acara KBR Prime Podcast Party Season 2 dalam sesi ”Meet the top charts” di Hotel Ibis Styles, Tanah Abang Jakarta, Selasa (6/10/2020). 

Namun peserta yang mengikuti tentu saja secara virtual dari tempatnya masing-masing melalui zoom atau streaming Live Youtube Berita KBR

Sementara itu, Sakti Parantean dari Podcast Lenyap dan Sacred Riana mengatakan podcast yang dilakoninya melakuka pendekatan drama. Sedangkan untuk Podcast Lenyap, lebih menghadirkan pembelajaran dengan memasukkan unsur psikologis di setiap episodenya.

“Misalnya kayak cerita tentang anak yang mengalami broken home, nah nanti kita kasih juga pelajaran terkait dampaknya pada kesehatan mental anak, jadi emang surveinya gila-gilaan sih” jelas Sakti.

Tak hanya soal horor, drama dan psikogis. Ada Podcast Dear Dearest yang mengangkat kisah cinta. Uniknya, podcast ini dibuat dalam bentuk surat yang kemudian dibacakan oleh penulis, musisi, aktor serta tokoh lainnya. Salah satu episodenya, menghadirkan surat yang ditulis oleh Ratri Anindyajati, 1 dari 3 orang pertama yang dinyatakan positif Covid-19 di Indonesia, menuliskannya ke dalam surat "Berangkat dari Titik Nol" dibacakan Aktor Dion Wiyoko

Konsep surat cinta dipilih karena surat termasuk cara yang ‘kuno’, yang mungkin sudah jarang, atau bahkan tidak pernah, dilakukan. Lewat surat yang ditulis dan dibacakan, para pendengar bisa memasuki pikiran para penulis, musisi, aktor dan lainnya dan terlibat dengan isi surat tersebut.

Pemilihan konsep surat cinta ini juga membawa pesan kalau yang old school bisa menjadi the new cool. “Kami mau membawa sesuatu yang purba seperti cinta, lewat sebuah surat yang mungkin dianggap kuno, dan disampaikan dalam podcast,” kata Asrul Dwi, Produser Podcast Dear Dearest.

Dear Dearest adalah podcast original Spotify yang diproduksi KBR Prime.

Rane Hafied dari Podcast Suarane pernah membuat survei pada 2019 tentang rentang usia pendengar podcast semakin lama semakin muda. “Jadi ada yang unik nih dari hasil surveinya, di mana hampir 60% pendengar podcast berasal dari segmen usia muda, sekitar 15-30 tahun.” ujar Rane yang belasan tahun bergelut di dunia radio.

Selain itu, data juga menunjukkan pendengar podcast cenderung mendengar podcast di atas pukul 21.00 WIB dan sebagian besar didengarkan dari rumah. Spotify adalah media yang paling banyak diminati.

Dalam meracik podcast, para podcaster ini mengaku beberapa kali mengalami kendala, seperti peralatan produksi yang mahal, kualitas audio, dan sulitnya mencari editor.

Terlepas dari beberapa kendala tersebut, untuk Anda yang berencana atau tertarik untuk memproduksi podcast sendiri, ada beberapa pesan yang disampaikan para narasumber di episode ini.

Pertama, memperlakukan pendengar sebagai teman. Kedua, interaksi dibangun di Instagram dan Youtube, sehingga mucul sense of belonging.

Ketiga, peralatan tidak harus mahal karena content is king dan creativity is number one. Keempat, konsisten dengan satu format. Dan selalu ingat untuk melakukan riset di awal produksi.

Lalu apa tujuan Anda dalam memproduksi podcast? Ini penting agar Anda lebih semangat dalam mencapai target. Jangan takut juga untuk memproduksi podcast dengan tema/genre yang masih jarang atau belum pernah digunakan.

Beberapa tips untuk mendapatkan audiens, yaitu memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi dan berinteraksi dengan audiens, channel distribution, sehingga audiens bisa menemukan podcast kita di media mana pun. Jangan sungkan pula untuk kolaborasi agar memungkinkan adanya persilangan pasar, bahkan dapat memunculkan market yang baru.

Siap melakukannya?

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8