Banyuwangi Rawan Bencana Hidrometeorologi

Musim hujan kali ini bersamaan dengan terjadinya fenomena alam La Nina, yang berdampak naiknya curah hujan hingga 40 persen.

NUSANTARA

Kamis, 22 Okt 2020 11:10 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Banyuwangi Rawan Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi bencana banjir. (Foto: Zulkifli/KBR).

KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyatakan daerahnya sangat rawan terjadi bencana, terutama bencana hidrometeorologi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur dan angin. Seperti banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang.

“Kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi tentu sangat bergantung pada sistem penanggulangan bencana yang ditunjang oleh berbagai sarana dan prasarana serta peralatan yang memadai dan jalinan koordinasi antar stakeholder yang terpadu yang juga sangat menentukan. Tidak kalah pentingnya juga adalah keterlibatan masyarakat daerah rawan bencana, di mana masyarakat merupakan objek langsung dari bencana yang seharusnya diberikan pemahaman atau mungkin pelatihan sebagai antisipasi apabila ada kemungknan terjadi bencana di daerahnya,” ujar Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Yuli Eko Purwanto mengaku telah mengidentifiasi sejumlah titik rawan bencana di Kabupaten Banyuwangi. 

Seperti daerah pegunungan yang rawan akan bencana gunung berapi dan tanah longsor, gempa bumi, bencana tsunami dan air rob di pesisir laut.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, TNI terus melakukan simulasi kebencanaan di samping penanggulangan Covid-19 yang tetap menjadi prioritas.

Fenomena La Nina

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memperkirakan awal musim hujan terjadi pada awal November 2020. Sedangkan puncak musim hujan di Banyuwangi terjadi pada Januari 2021 akan datang.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Beni Gumintar mengimbau masyarakat untuk waspada menghadapi musim hujan tahun ini.

Sebab, pada musim hujan kali ini bersamaan dengan terjadinya fenomena alam La Nina, yang berdampak naiknya curah hujan hingga 40 persen.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7