Pipa Bocor, 80 Ribu Liter Solar Pertamina Cemari Lahan Warga

“Laporan tertulis belum, karena konsentrasi penanganan. Mungkin sekitar 80 ribu liter yang keluar. Hari kemarin dan hari ini disedot dan dibawa ke Cilacap," ujar Jamaludin dari DLH Cilacap.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 08 Okt 2019 12:57 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pipa Bocor, 80 Ribu Liter Solar Pertamina Cemari Lahan Warga

Ilustrasi. Petugas mengumpulkan limbah tumpahan minyak dari sumur Pertamina (PHE ONWJ) di Pesisir Pantai Bungin, Karawang, Jabar, (7/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Cilacap – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memperkirakan, sedikitnya 80 ribu liter bahan bakar minyak (BBMM) jenis Solar tumpah dan mencemari tanah milik warga. Tumpahan itu menyusul insiden kebocoran pipa penyalur BBM Solar milik PT Pertamina yang mengarah dari Terminal Lomanis, Cilacap ke Bandung, Jawa Barat.

Kepala Bidang Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Jamaludin mengatakan, dampak yang paling nyata yaitu tercemarnya lahan tanah milik warga di lokasi titik bocor pipa yaitu di RT 6 RW 7 Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah.

Dampak lain, rembesan solar juga berdampak pada sumur air milik warga. Akibatnya, sementara ini warga di titik terdekat pipa BBM Solar yang bocor tidak bisa memanfaatkan sumur airnya.

Jamaludin menjelaskan, pada Senin dan Selasa (7-8/10/2019) ini, Solar tumpahan sudah disedot bersih. Namun begitu, dipastikan Solar yang sudah merembes masih tertinggal di dalam tanah. 

Untuk mengantisipasi agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan yang lebih luas, DLH Cilacap memerintahkan agar tanah yang tercemar Solar digali, dan galiannya diangkut ke pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) Bogor, Jawa Barat. Bekas galian kedukan bakal diganti dengan tanah baru yang bersih dan tidak tercemar Solar.

“Laporan tertulis belum, karena konsentrasi penanganan. Mungkin sekitar 80 ribu liter yang keluar. Kemarin dan hari ini disedot dan dibawa ke Cilacap. Terkait dengan lingkungan, tentunya minyak sebanyak itu, pasti ada dampaknya. Untuk tanah ya, tanah yang tercemar itu, sekarang sedang diambili, dikarungi, langsung dibawa ke pengolahan limbah ke PPLI, Bogor,” kata Jamaludin.

Dia mengemukakan, Selasa (8/10/2019) ini, DLH Cilacap bersama PT Pertamina, pelaksana proyek, pemerintah Kecamatan Wanareja, dan perangkat Desa Tarisi melakukan penelitian lapangan lanjutan untuk mengetahui dampak kebocoran pipa BBM Solar itu. Selanjutnya, akan dilakukan langkah-langkah untuk menangani pencemaran. Jamaludin menambahkan, radius pencemaran dan jumlah kepala keluarga yang terdampak belum diketahui pasti, karena masih dalam pendataan.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun