Pasca-Rusuh di Wamena, Pengungsi di Jayapura Mulai Kembali

"Ada sekitar 100 orang lebih yang mau daftar untuk kembali ke Wamena besok. Jam 6 sudah harus di bandara,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 10 Okt 2019 12:45 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pasca-Rusuh di Wamena, Pengungsi di Jayapura Mulai Kembali

Pengungsi berjalan menuruni pesawat Hercules TNI AU ketika tiba di Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (10/10/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua yang mengungsi ke Jayapura   mulai kembali ke Wamena sejak beberapa hari terakhir. Salah satu warga Wamena, Sarah (33) yang mengungsi sementara waktu ke rumah keluarganya di Jayapura sejak beberapa pekan lalu mengatakan, ia bersama suami dan kedua anak perempuannya yang berusia tiga tahun dan dua tahun berencana kembali ke Wamena, Jumat (11/10/2019).

"Besok pagi jam 9 saya mau pulang pakai (pesawat) Hercules. Katanya ada sekitar 100 orang lebih yang mau daftar untuk kembali ke Wamena besok. Jam 6 sudah harus di bandara," kata Sarah kepada KBR, Kamis (10/09).

Sarah yang sejak 2013 merantau ke Wamena, memutuskan kembali ke ibu kota Kabupaten Jayawijaya itu bersama keluarganya karena mendapat informasi situasi sudah kondusif, dan banyak aparat keamanan yang berjaga.

"Saya buka kios di Wamena. Saat kejadian rumah dan kios saya memang tidak dibakar atau dirusak tapi saya pilih mengungsi ke Koramil karena khawatir. Setelah tiga hari kemudian saya ke Jayapura. Naik pesawat Hercules. Gratis, masyarakat yang mau turun ke Jayapura difasilitasi," ujarnya.

Menurutnya, pasca-demonstrasi rusuh banyak rekan-rekan sekampungnya dari Polewali Mandar, Sulawesi Selatan Barat yang bersama dengannya mengungsi ke Jayapura, mengajak Sarah pulang kampung. Akan tetapi Sarah dan keluarganya menolak, karena yakin situasi Wamena akan kembali kondusif.

"Saya bilang tunggu situasi membaik saja baru kembali ke wamena. Keluarga saya juga di kampung suruh pulang tapi saya bilang tidak apa-apa. Situasi sudah aman," ucapnya.


  Rehabilitasi

Pemerintah berjanji segera memulai rehabilitasi berbagai kerusakan gedung dan fasilitas publik yang rusak pascakerusuhan di Wamena, Papua. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi tersebut akan dimulai setelah pembersihan kota  rampung dalam dua pekan.

Basuki berkata, ia juga telah mencatat puluhan gedung pemerintahan dan ratusan bangunan milik masyarakat yang rusak saat kerusuhan. 

"Kalau target saya kira secepatnya. Sekarang ini sedang pembersihan, sejalan dengan penanganan keamanan. Mudah-mudahan dua minggu ini bisa bersih. Karena ada 450 ruko dan 95 rumah yang rusak. Ini yang penting kita bersihkan, baru rehabilitasi," kata Basuki di kantor presiden, Selasa (08/10/2019).

Basuki mengatakan, Kementerian PUPR mencatat ada 10 kantor pemerintah yang rusak berat, dan 34 rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada delapan kantor dan 26 sarana pendidikan. Selain itu, ada pula 450 ruko dan dan 165 rumah yang rusak. Basuki berkata, kebanyakan bangunan tersebut rusak karena terbakar.

Basuki berujar, rehabilitasi semua bangunan tersebut akan ditangani Kementerian PUPR, dengan dibantu Direktorat Zeni TNI. Kata dia, konstruksi bangunan akan langsung diaudit oleh tim Litbang PUPR. Ia memastikan rehabilitasi bangunan di Wamena akan menggunakan bahan-bahan bangunan lokal.

Adapun soal sekitar 10 ribuan warga Wamena yang masih mengungsi, saat ini ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, warga Wamena kebanyakan diungsikan ke Jayapura. Ia berkata, sebagian warga ingin pindah dan meninggalkan Wamena, sementara sebagian lainnya tetap akan kembali ke Wamena setelah situasi pulih.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun