Pasca-Rusuh, Kapolda Minta Warga Wamena Tidak Lagi Mengungsi ke Jayapura

"Kita berharap mereka tidak turun dan kami menjamin keamanannya.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Okt 2019 13:20 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pasca-Rusuh, Kapolda Minta Warga Wamena Tidak Lagi Mengungsi ke Jayapura

Warga mengungsi di Mapolres Jayawijaya saat terjadi rusuh pada Senin (23/09). (Foto: Antara)

KBR, Jayapura- Kapolda Papua, Paulus Waterpauw meminta warga yang masih bertahan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya tidak lagi mengungsi ke Jayapura pascademonstrasi rusuh di wilayah itu pada 23 September 2019. Ia mengatakan, hingga Selasa (1/10/2019), tercatat sebanyak 4.656 warga dievakuasi dari Wamena ke Jayapura.

Ribuan warga tersebut bukan hanya warga Wamena, juga ada yang berasal dari kabupaten di sekitar Jayawijaya. Warga kabupaten lain ini memilih ikut mengungsi ke Jayapura bersama warga Wamena karena khawatir terdampak kejadian di Wamena.

"Kami berharap yang masih ada tersisa di Wamena, kita berharap mereka tidak turun dan kami menjamin keamanannya. Artinya, kekuatan kami akan kami pertebal membuat senyaman mungkin saudara-saudara kita di Wamena dan sekitarnya. Bapak gubernur juga sudah menjamin," kata Paulus Waterpauw.

Menurutnya, ada di antara warga Wamena yang mengungsi ke Jayapura sudah kembali kepada keluarga atau paguyuban mereka. Sementara yang ditampung di enam posko di Sentani, Kabupaten Jayapura sebanyak 880 orang.

"Tapi ya namanya kejadian yang luar biasa pasti ada sindrom. Ini yang coba kami buat sekarang trauma healling. Ada ibu-ibu yang sudah bekerja memberikan penanganan. Semoga dalam waktu dekat para korban tidak lagi terbayang kejadian itu," ujarnya.

Kapolda yang baru serah terima jabatan Senin (30/019)  berharap, warga Wamena yang telah kembali ke kampung halamannya pascakejadian rusuh beberapa waktu lalu, hanya sementara. Dia berharap mereka kembali ke Wamena melakukan aktivitas seperti biasa.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun