10 Bali Baru Rawan Gempa, Kemenpar Bakal Bahas Mitigasi

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 24 Okt 2018 23:34 WIB

Author

Iriene Natalia

10 Bali Baru Rawan Gempa, Kemenpar Bakal Bahas Mitigasi

Salah satu dari 10 destinasi wisata yang disebut Bali Baru, Candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah. (FOTO ANTARA)

KBR, Jakarta - Ke mana destinasi wisata favorit Anda ketika liburan? Ketika Bali sudah terlalu mainstream, mungkin Anda bisa jelajahi 10 Bali Baru, sebutan untuk 10 destinasi wisata yang dicanangkan pemerintah menjadi destinasi wisata prioritas sejak 2016 lalu.

Destinasi wisata itu antara lain Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Sayangnya, sebagian besar destinasi wisata itu, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) rawan gempa bumi. Tepatnya di kawasan Borobudur, Labuan Bajo, Bromo, Wakatobi, Mandalika, Danau Toba, Morotai dan Tanjung Lesung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan penentuan 10 Bali Baru tersebut belum mengacu pada peta potensi bencana yang ada di BNPB, namun berdasarkan potensi wisata dan daya saing ekonomi yang ada di kawasan tersebut.

"Kita lihat dari aksesibilitasnya, amenitasnya (sarana prasarana), dan atraksinya. Kalau memang dinyatakan rawan gempa, ya secara umum hampir seluruh pulau di Indonesia kecuali Kalimantan semuanya tertutup lempengan dan patahan gempa sebetulnya," ujar Guntur dalam program KBR Pagi pada Rabu (24/10/2018).

Namun demikian, lanjut Guntur, pihaknya akan berkoordinasi dengan BNPB terkait perencanaan mitigasi bencana di sejumlah daerah wisata rawan gempa tersebut.

"Kemenpar juga sudah punya kelembagaan management crisis kepariwisataan. Jadi kalau terjadi bencana, kita asumsikan sangat rentan pada sektor pariwisata. Kami dalam menyikapi bencana apakah alam atau non alam, maupun krisis sosial memang fokus di sektor pariwisatanya saja," kata dia.

Guntur juga menambahkan tim percepatan pengembangan 10 Bali Baru Kemenpar juga menyasar para pelaku wisata khususnya para investor untuk tetap mengutamakan keselamatan para wisatawan.

"Semua investasi yang masuk kesana (10 Bali Baru) khususnya properti nanti konstruksinya harus tahan gempa. Kemudian juga pelaku usaha harus punya manajemen bencana. Pembangunan kawasan wisata harus mempertimbangkan aspek manajemen krisis kebencanaan mulai dari jalur evakuasi, meeting point, dan lainnya," tutup Guntur.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah menganggarkan dana khusus untuk kebencanaan sekira Rp 100 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018. Dana yang telah dianggarkan kembali dalam RAPBN 2019 tersebut nantinya bakal dialokasikan untuk penanganan saat bencana dan pasca-bencana.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

Penyadapan Grup WhatsApp oleh Polisi Langgar Privasi Masyarakat

Kabar Baru Jam 7

News Beat