Kualitas Raskin Buruk, Bulog Purbalingga Mengeluh Gudang Bocor

Raskin yang mereka terima dianggap tidak layak konsumsi. Berasnya berwarna kekuningan, berkutu, berbau apek sangat menyengat dan jika dimasak nasinya berbau.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 06 Okt 2016 17:12 WIB

Author

Nurhikmah

Kualitas Raskin Buruk, Bulog Purbalingga Mengeluh Gudang Bocor

Beras raskin yang diterima warga Purbalingga Jawa Tengah berkualitas buruk. (Foto: Nurhikmah/KBR)



KBR, Purbalingga - Sebagian warga di Pubalingga Jawa Tengah yang menerima beras untuk rakyat miskin (raskin) memilih menjualnya kembali karena kualitas yang buruk.

Raskin yang mereka terima dianggap tidak layak konsumsi. Berasnya berwarna kekuningan, berkutu, berbau apek sangat menyengat dan jika dimasak nasinya berbau.

Baca juga:


Kepala Gudang Bulog Purbalingga, Pujo mengatakan buruknya kualitas raskin yang beredar dipengaruhi kerena gudang lembab, dan atap gudang sering bocor. Selain itu proses penyimpanan terlalu lama.

"Rata-rata untuk kualitas raskin yang ada di pengaruhi iklim atau kondisi kelembaban gudang. Lalu proses penyimpanan ada yang beberapa bulan ada yang lama, karena peneriman dari mitra tidak konstan. Kalau stok banyak, otomatis penyimpanan akan lama," kata Pujo kepada KBR, Kamis (6/10/2016).

"Cuaca juga sering hujan, sering terjadi kebocoran atap gudang penyimpanan. Biasanya beras menjadi krongkol, tapi kita tidak salurkan. Namun karena kondisinya di karung kita tidak tahu, jadi kita berkomitmen dengan penerima raskin apabila ada beras yang kualitas buruk untuk segera menghubungi kami," lanjut Pujo.

Baca juga:


Meskipun sudah ada himbauan untuk menukarkan raskin berkualitas buruk, namun masyarakat enggan melakukannya.

Beberapa warga yang dihubungi mengatakan raskin yang diterima tidak pernah baik, sehingga merepotkan jika harus setiap bulan menukarkan raskin tersebut ke Bulog.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Seleksi CPNS 2019 Diskriminatif