Ulama Bogor Pasang Badan, Dukung Bima Arya

Komnas menegur keras Bima karena melarang acara Asyura beberapa waktu lalu.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 31 Okt 2015 17:50 WIB

Author

Rafik Maeilana

Ulama Bogor Pasang Badan, Dukung Bima Arya

Surat edaran yang dikeluarkan Walikota Bogor Bima Arya soal pelarangan acara Asyura (Foto: Rony/KBR)

KBR, Bogor-  Tokoh dan Ulama di Kota Bogor pasang badan, untuk mendukung Bima Arya yang telah mengeluarkan larangan Asyura kepada jamaah Syiah. Para ulama pun menyatakan jika Komnas HAM tidak memiliki wewenang untuk menegur kepala daerah.

Wakil Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibriel mengatakan, seluruh umat Islam bersatu untuk mendukung Walikota Bogor yang telah berani menentang Syiah di Kota Bogor. Untuk itu, kata dia, pihaknya bersama ormas islam lainnya bersatu untuk mendukung walikota.

"Sebagai institusi penegakan islam, Majelis Mujahidin menyatakan dukungan penuh. Dengan alasan, pertama perayaan Asyura yang dilakukan ajaran Syiah bukan ajaran islam. Bahkan menimbulkan konflik dan menyebarkan fitnah," katanya usai melakukan solat Istisqo di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/10).

Abu Jibriel menambahkan, terkait teguran yang dilayangkan Komnas HAM kepada Bima Arya, dirinya menyatakan jika Komnas HAM tidak berkewenangan untuk menegur kepala daerah.

Sebelumnya Komnas HAM menegur keras Walikota Bima Arya terkait pelarangan acara Asyura beberapa hari lalu. Komnas HAM menganggap alasan Bima karena acara tersebut berpotensi menimbulkan konflik, tak bisa diterima. Menurut Komnas, Bima seharusnya bisa menjaga kelancaran acara itu dari kelompok-kelompok intoleran.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja