Tambang Pasir Liar di Pantai Rembang Bikin Resah

Warga yang tinggal di pinggir pantai kerap memprotes penambang pasir laut, karena erosi pantai kian parah dan mengancam rumah penduduk.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 05 Okt 2015 10:35 WIB

Author

Musyafa

Tambang Pasir Liar di Pantai Rembang Bikin Resah

Aktivitas tambang pasir liar di pantai Rembang, Jawa Tengah. (Foto: Musyafa/KBR)

KBR, Rembang – Penambangan pasir laut ilegal di pesisir pantai utara Rembang, Jawa Tengah, rawan menimbulkan gesekan dengan masyarakat sekitar.

Salah satu tempat penambangan pasir liar berada di Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan.

Warga yang tinggal di pinggir pantai kerap memprotes penambang pasir laut, karena erosi pantai kian parah dan mengancam rumah penduduk.

Meski demikian, aktivitas penambangan masih terus berlanjut.

Camat Kragan, Rembang, Mashadi meminta pemerintah desa Sumurtawang membuat Peraturan Desa untuk meredam masalah tersebut.

"Kami lakukan diawal pendataan dulu, setelah itu baru mengadakan diskusi diskusi dengan desa yang punya tambang pasir. Kalau di lingkungan desa, desa kami arahkan untuk musyawarah desa, kemudian buat Perdes dan baru boleh melakukan sesuatu," kata Mashadi kepada KBR, Senin (5/10).

Kepala Kantor Satpol PP Rembang Slamet Riyadi mengatakan izin tambang dan penindakan tambang ilegal saat ini tidak lagi menjadi wewenang pemerintah kabupaten, melainkan sudah diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Sekarang pertambangan sudah ditarik oleh tingkat I (provinsi). Tapi karena ini wilayahnya berada di kabupaten Rembang, kami akan mencoba berkoordinasi dengan kepala desa setempat," kata Slamet Riyadi.

Slamet Riyadi mengatakan Satpol PP akan turun tangan menindaklanjuti masalah tambang liar itu, meskipun kegiatan tambang itu ada surat izin tertulis dari desa. Slamet tidak ingin kasus pembantaian Salim Kancil, aktivis antitambang di Lumajang Jawa Timur terjadi di Rembang.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8