Sulit Cari Kerja, ODHA di Kupang Minta Bantuan Modal Usaha

Wilhelmus mengatakan selama ini ODHA selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Bahkan ada yung sudah bekerja tetapi dikeluarkan karena mengidap HIV AIDS.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 05 Okt 2015 12:52 WIB

Author

Silver Sega

Sulit Cari Kerja, ODHA di Kupang Minta Bantuan Modal Usaha

Pita merah simbol peduli HIV AIDS. (Foto: kpap.jakarta.go.id)

KBR, Kupang - Komunitas Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur minta pemerintah membantu mereka modal usaha.

Wilhelmus Lisnahan salah satu anggota komunitas ODHA Kota Kupang mengatakan, 60 persen ODHA di Kota Kupang merupakan warga miskin yang perlu mendapat bantuan modal usaha.

Wilhelmus mengatakan selama ini ODHA selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Bahkan ada yung sudah bekerja tetapi dikeluarkan karena mengidap HIV AIDS.

"Sebagian besar teman-teman ODHA yang ada di Kota Kupang ini sekitar 60 persen itu kan masyarakat miskin. Dan karena kondisi kami yang sakit ini, kami mau cari kerja juga ditolak. Bahkan ketika kami sakit, kami masih berada di tempat kerja juga dihentikan. Dan itu sudah ada kasus di kota kupang. Saat ini saja diskriminasi saja sudah membuat komunitas kami sangat terpojok," kata Wilhelmus Lisnahan di Kupang, Senin (5/10).

Anggota Komunitas ODHA Kota Kupang Wilhelmus Lisnahan mengatakan, bantuan modal usaha dari pemerintah akan sangat membantu mereka dalam mengembangkan atau membuka usaha.

Dia mengatakan akan terus berkampanye agar suatu saat Kota Kupang bebas dari HIV AIDS. Menurut dia virus itu cukup di mereka, dan tidak ada warga lain yang jadi korban seperti mereka.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada