Bagikan:

Salim Kancil, Polres Lumajang Pastikan Tersangka Bertambah

Kepala penyidik Polres Lumajang, Heri Sugiono memastikan kasus penambangan tak berhenti pada kepala desa yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 02 Okt 2015 10:48 WIB

Salim Kancil, Polres Lumajang Pastikan Tersangka Bertambah

Rumah Salim Kancil, petani Desa Awar-awar yang tewas dibunuh karena menolak tambang ilegal. Foto: Eko Widianto/KBR

KBR, Lumajang - Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur bakal mengungkap keterlibatan perusahaan besar yang berada di balik penambang pasir di sana.

Kepala penyidik Polres Lumajang, Heri Sugiono memastikan kasus penambangan tak berhenti pada kepala desa yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, polisi juga telah mengumpulkan saksi dan barang bukti. Termasuk tiga eskavator dan portal penambang pasir.

"Itu yang akan kami dalami, dari barang bukti. Yang jelas kita akan kita kejar sampai perusahaan. Tapi kita harus membuktikan, kasus tambang dulu. Karena kasus ini dimulai dari tambang. Ini bukti keseriusan kami," kata Heri Sugiono pada KBR, Jumat (2/10/2015).

Heri Sugiono menambahkan proses penyidikan kasus ini di bawah supervisi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Penambangan pasir ilegal di Lumajang marak di pesisir selatan. Namun, sejak peristiwa penganiayaan aktivis antitambang Salim alias Kancil dan Tosan, aktivitas penambangan dihentikan. Kemarin polisi juga telah menetapkan kepala desa Selok Awar-awar sebagai tersangka otak pelaku penganiayaan dan pembunuhan Salim.




Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending