Kasus Kekerasan Anak di Bondowoso Masih Tinggi

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bondowoso mencatat terjadi sedikitnya 56 kasus kekerasan pada anak dari Januari-Juni 2015.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 13 Okt 2015 13:29 WIB

Author

Friska Kalia

Kasus Kekerasan Anak di Bondowoso Masih Tinggi

Poster antikekerasan terhadap anak. (Foto: www.bin.go.id)

KBR, Bondowoso – Sepanjang enam bulan pertama tahun 2015, telah terjadi puluhan kasus kekerasan pada anak di Bondowoso, Jawa Timur.

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bondowoso mencatat terjadi sedikitnya 56 kasus kekerasan pada anak dari Januari-Juni 2015.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Setyowati mengatakan, sebagian besar kekerasan pada anak berupa kekerasan fisik, disusul kekerasan seksual dan psikis.

Diperkirakan hingga akhir tahun ini angka kasus kekerasan anak tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, total kekerasan pada anak mencapai 71 kasus sepanjang tahun.

"Data kekerasan anak tahun 2014 ada 71 kasus. 2015 sampai Juni ada 56 kasus. Kekerasan yang terjadi ada seksual, fisik dan psikis. Paling banyak kekerasan terjadi di lingkungan tempat tinggal," kata Setyowati kepada KBR, Selasa (13/10).

Setyowati menyebut ada banyak faktor sehingga anak kerap menjadi sasaran kekerasan. Diantaranya faktor ekonomi yang kerap dijadikan alasan orang tua memukul anak.

Selain itu, minimnya komunikasi yang terjalin antara anak dan orang tua juga sering kali berdampak pada terjadinya kekerasan.

"Kadang kita lihat orang tua bertengkar, tapi tidak bisa melampiaskan kemarahan dengan baik akhirnya anaknya yang dipukul," imbuhnya.

Setyowati dari BPPKB Bondowoso tidak menampik tingginya angka kekerasan anak di Bondowoso bisa berpengaruh pada proses penetapan Bondowoso sebagai Kabupaten Layak Anak. Ini merupakan dampak dari belum terpenuhinya 31 indikator hak anak di Bondowoso seperti keamanan, kenyamanan, kesehatan, hak beristirahat bermain dan berekreasi.

BPPKB sudah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk perlindungan pada anak korban kekerasan. Kerjasama diantaranya dengan Dinas Sosial, Polres Bondowoso, Rumah Sakit Bhayangkara dan Tim Penggerak PKK Kabupaten dengan membuka Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Pusat pelayanan ini berfungsi memberikan semua pendampingan dan pelayanan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun