Bagikan:

Investor Datang, Warga Kupang Diminta Tanam Pohon Kelor

Kelor merupakan tanaman perdu yang tinggi pohonnya bisa mencapai 10 meter, dan bisa tumbuh subur di dataran rendah hingga dataran tinggi.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 08 Okt 2015 11:27 WIB

Author

Silver Sega

Investor Datang, Warga Kupang Diminta Tanam Pohon Kelor

Daun kelor untuk pakan ternak. (Foto: ntb.litbang.pertanian.go.id)

KBR, Kupang - Pemerintah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur meminta warga di daerah itu menanam kelor (Moringa oleifera Lam), yang dalam bahasa setempat disebut Marungga.

Kelor merupakan tanaman perdu yang tinggi pohonnya bisa mencapai 10 meter, dan bisa tumbuh subur di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman ini mudah ditanam, dan sudah tidak asing di daerah NTT sebagai pakan ternak dan konsumsi keluarga.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan sudah ada investor yang ingin membeli daun kelor. Harga daun kelor kering, kata Ayub Titu Eki, ditawarkan 2 dolar perkilogram.

"Saya memang belum bisa menyanggupi ini. Karena apa? Kalau satu bulan tiga ton berulang-ulang ya sulit, kecuali kita punya kebun marungga ini sudah terlalu luas. Nah karena itu saya harap supaya semua orang-orang di desa ya termasuk yang sekarang sudah dapat dana desa, siapa tahu bikin kebun desa. Sebagian coba tanam itu daun marungga. Ada yang mau beli, katanya satu kilo dua dolar, satu dolar sekarang 14 ribu," kata Ayub Titu Eki di Kupang, Kamis (08/10).

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan, pihaknya terus mendorong agar petani di kabupaten itu menanam kelor dan tanaman lain lewat program tanam paksa, paksa tanam.

Dia mengatakan, daun kelor memiliki manfaat ganda. Selain bisa dijual, daun kelor juga untuk dimakan sendiri, atau jadi pakan ternak.

Bahkan kata Ayub Titu Eki, kelompok penggerak PKK di Kabupaten Kupang akan menjadikan daun kelor sebagai pupuk organik.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?