Enam Pendaki Tewas, Puluhan Terjebak Dalam Kebakaran Gunung Lawu

Enam orang dikabarkan tewas dan tiga orang pendaki berhasil dievakuasi dari kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Lawu.

NUSANTARA

Minggu, 18 Okt 2015 21:23 WIB

Author

Yudi Rachman

Enam Pendaki Tewas, Puluhan Terjebak Dalam Kebakaran Gunung Lawu

Pendaki Gunung Lawu. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Enam orang dikabarkan tewas dan tiga orang pendaki berhasil dievakuasi dari kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Lawu. Menurut Kepala SAR Semarang Agus Haryono, tim SAR sampai saat ini baru menerima informasi ada 9 orang yang terjebak. Sedangkan puluhan pendaki lain diduga terjebak di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Timur ini. Dia menjelaskan, ada sekitar 80 orang yang akan melakukan pencarian dan penyelamatan pendaki yang terjebak.

"Infonya ada 9 yang terjebak, itu tadi sudah 3 orang dievakuasi turun selamat. 6 orang yang meninggal sedang diupayakan untuk dievakuasi. Tim belum ada informasi lagi, diperkirakan 6 orang yang meninggal," jelas Agus Haryono kepada KBR, Minggu (18/10/2015).

Agus menambahkan, jumlah pendaki yang terjebak diduga lebih banyak karena banyak pendaki yang naik sebelum kebakaran terjadi. Saat ini, pintu pendakian gunung Lawu dari berbagai pintu sudah ditutup setelah mendapatkan informasi kebakaran di Cemoro Sewu, Plaosan, Magetan, Jawa Timur.

Sebelumnya, 50 pendaki dinyatakan terjebak dan sebagian di antara mereka dikabarkan tewas terpanggang. Kebakaran terjadi di hutan di Lereng Gunung Lawu sekitar kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang terbakar hari ini. 

Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror