Dermaga Pertamina Terbakar, Stok Premium di Nunukan Langka

Akibatnya, pengiriman BBM dari Depo di Tarakan terlambat membuat BBM jenis Premium bersubsidi langka di Kabpaten Nunukan Kalimantan Utara.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 08 Okt 2015 13:30 WIB

Author

Adhima Soekotjo

Dermaga Pertamina Terbakar, Stok Premium di Nunukan Langka

Antrean pembeli BBM di Nunukan. BBM langka karena pengiriman dari Tarakan terganggu. (Foto: Adhima Soekotjo/KBR)

KBR, Nunukan – Pengiriman BBM dari Depo di Tarakan terlambat hingga membuat BBM jenis Premium bersubsidi langka di Kabpaten Nunukan Kalimantan Utara.  

Keterlambatan pengiriman BBM ke wilayah perbatasan disebabkan terbakarnya dermaga Pertamax di Depo Pertamina Tarakan.

Pengawas Pendistribusian BBM Bersubsidi Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan Yonatan mengatakan kelangkaan BBM bersubsidi sudah terjadi lima hari terakhir.

"Ini yang paling lama, lima hari. Biasa hanya tiga hari lalu stok datang. Lagi pula karena keterlambatan kapal yang mengalami gangguan di Tarakan. Tempat pengisian Pertamax itukan kena musibah terbakar," kata Yonatan, Kamis (8/10.

Yonathan menambahkan, kelangkaan BBM bersubsidi diperkirakan masih akan terjadi hingga normalnya pengiriman BBM dari Depo Pertamina di Tarakan.  

Untuk mencegah kelangkaan lebih parah Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan membatasi jam kerja Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) hingga pukul 12 siang.

Kelangkaan BBM bersubsisi membuat antrian kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua di dua APMS di kabupaten Nunukan mencapai satu kilo meter lebih.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?

Kabar Baru Jam 11