Berpotensi Keluarkan Gas Beracun, Pendakian Gunung Ijen Ditutup Siang-Malam

Otoritas pengamatan Gunung Api Ijen pun masih merekomendasikan penutupan jalur pendakian ke Gunung Ijen pukul 14.00 hingga 04.00 WIB dinihari.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 13 Okt 2015 11:37 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Berpotensi Keluarkan Gas Beracun, Pendakian Gunung Ijen Ditutup Siang-Malam

Kawah Gunung Api Ijen di Jawa Timur dilihat dari udara. (Foto: gis.banyuwangikab.go.id)

KBR, Banyuwangi - Kawah Gunung Ijen  yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso Jawa Timur, berpotensi mengeluarkan gas beracun.

Otoritas Pos Pengamatan Gunung Api Ijen pun masih merekomendasikan penutupan jalur pendakian ke Gunung Ijen pukul 14.00 hingga 04.00 WIB dinihari.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen (PPGA) Heri Purwanto mengatakan, rekomendasi pendakian ke gunung itu hanya diperbolehkan di pagi hingga siang hari. Itu pun tidak boleh turun ke kawah.

Heri menjelaskan kawah Ijen berpotensi mengeluarkan gas beracun sulfur dioksida (SO2), karbon dioksida (CO2), dan asam sulfat (H2S) pada malam hari. Gas tersebut sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.

"Sampai saat ini Ijen masih normal. Artinya rekomendasi kita pendakian masih bisa tapi hanya di sekitar puncak saja. Tidak boleh turun ke kawah. Kalau saat ini Ijen normal pun itu H2S itu ada tinggi, SO2 tinggi, itu gas beracun. Kalau sudah melewati ambang batas itu sangat berbahaya," kata Heri Purwanto, Selasa (13/10).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen (PPGA) Heri Purwanto menambahkan, selama ini banyak yang mendaki Ijen pada malam hari untuk melihat api biru (blue fire) yang muncul di permukaan kawah.

Padahal, sebenarnya melihat api biru saat kondisi normal tetap membahayakan jiwa. Api biru terbentuk dari gas belerang yang terbakar dengan suhu tinggi hingga 600 derajat Celsius.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur III  menutup semua akses pendakian menuju Kawasan Wisata Kawah Ijen.

Penutupan aktivitas pendakian dan penambangan ini dilakukan karena ada peningkatan kegempaan yang terjadi pada Gunung Ijen.

Penutupan dilakukan demi keselamatan para pendaki dan penambang belerang di Kawah Ijen. Belum diketahui sampai kapan penutupan ini akan dilakukan.

Meski begitu status gunung yang mempunyai danau kawah terbesar di Asia Tenggara tersebut masih kondisi normal.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11