Waspadai Orde Baru, Wanda Hamidah Deklarasikan Ormas

Bekas politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Wanda Hamidah memperingatkan ancaman bangkitnya kembali Orde baru dan gejala arus balik reformasi dan demokrasi di Indonesia.

NUSANTARA

Rabu, 15 Okt 2014 13:14 WIB

Author

Anto Sidharta

Waspadai Orde Baru, Wanda Hamidah Deklarasikan Ormas

Orde Baru, Wanda Hamidah

KBR, Jakarta – Bekas politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Wanda Hamidah memperingatkan ancaman bangkitnya kembali Orde baru dan gejala arus balik reformasi dan demokrasi di Indonesia.

Kekhawatiran ini menjadi alasannya untuk menghidupkan kembali Kelompok Studi Trisakti (KST) dan menjadikannnya sebagai organisasi masyarakat (ormas). KST yang semula adalah kelompok aktivis mahasiswa 1998 itu sempat vakum hingga awal tahun ini.

“Reformasi adalah ikhtiar kaum muda Indonesia yang ingin merdeka dari belenggu otoritarianisme Orde Baru,” ujar Wanda saat berpidato dalam Deklarasi KST di Gedung Joang 45, Rabu (15/10).

Dinamika politik nasional saat ini, menurut Wanda, berpotensi memunculkan Orde Baru. Ini terlihat dari kesepakatan di DPR yang menyetujui pemilihan tak langsung alias melalui DPRD dalam mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Pilkada tidak langsung berpeluang besar menghidupkan kembali pola lama otoritarianisme. Karena keputusan memilih pemimpin dimonopoli segelintir elite kekuasaan dan pengusungnya hari ini, sama-sama kita ketahui bagian dari kekuatan Orde Baru yang mencoba bangkit,” kata Wanda, yang juga menjadi Ketua Umum KST.

Karenanya, bekas anggota DPRD DKI Jakarta itu mengajak segenap kalangan untuk merebut demokrasi yang diambil oleh kekuatan itu.

“Sisi lain demokrasi, siap lelah, siap bersabar, bertoleransi, siap menang, siap kalah dan dari prose situ pendidikan politik terus berjalan hingga kematangan demokrasi kita semakin teruji,” ujarnya.

Ia berharap kedaulatan rakyat dalam demokrasi yang sudah berjalan sejak 16 tahun lalu itu tidak dimanipulasi untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Tidak akan pernah kami biarkan reformasi berjalan mundur!” pungkasnya.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18