Waspada Antraks, Hewan Kurban Diperiksa di Pelabuhan Ketapang

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mewaspadai masuknya sapi dari wilayah yang belum terbebas dari penyakit antraks ke wilayahnya. Karena wilayah Banyuwangi sendiri selama ini ditetapkan sebagai wilayah bebas penyakit antraks.

NUSANTARA

Kamis, 02 Okt 2014 14:18 WIB

Author

Hermawan

Waspada Antraks, Hewan Kurban Diperiksa di Pelabuhan Ketapang

Waspada Antraks, Hewan Kurban

KBR, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mewaspadai masuknya sapi dari wilayah yang belum terbebas dari penyakit antraks ke wilayahnya. Karena wilayah Banyuwangi sendiri selama ini ditetapkan sebagai wilayah bebas penyakit antraks.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Banyuwangi, Heru Santoso, menjelang Hari Raya Idul Adha, diperkirakan sapi dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah masuk ke Banyuwangi. Padahal wilayah Nusa Tenggara selama ini merupakan daerah yang belum terbebas dari antraks.

Kata Heru, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mematikan itu, pihaknya bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, memeriksa lalu lintas hewan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Sebab pelabuhan tersebut merupakan pintu masuk dari sejumlah daerah di Indonesia Timur menuju pulau Jawa.

“Proses lalu lintas ini adalah menjadi tanggung jawab Dinas Peternakan Provinsi. Dan ada sarananya atau struktur kelembanggan  organisasi di Jawa Timur itu ada namanya di Banyuwangi itu namanya cek poin. Kira- kira ada yang kurang pas kita informasikan kepada provinsi untuk ditindak lanjuti,” kata Heru Santoso kepada Portalkbr, Kamis (2/10).

Heru menambahkan, pengetatan pemeriksaan hewan ini dilakukan, karena penyakit antraks ini mematikan tidak hanya pada hewan tapi juga menyebar ke manusia.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Banyuwangi pada Hari Raya Idul Adha tahun 2013 lalu, di Banyuwangi setidaknya ada 1.000 ekor sapi yang disembelih. Sapi-sapi ini ada yang berasal dari Bali atau Nusa Tenggara dan juga dari Banyuwangi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8