Wartawan di Cirebon Dilatih Menembak

Wartawan di Cirebon, Jawa Barat, mendapat kesepatan untuk merasakan langsung sensasi menggunakan senjata api.

NUSANTARA

Kamis, 30 Okt 2014 17:15 WIB

Author

Suara Gratia

Wartawan di Cirebon Dilatih Menembak

Wartawan, Cirebon, Menembak

KBR, Cirebon – Wartawan di Cirebon, Jawa Barat, mendapat kesepatan untuk merasakan langsung sensasi menggunakan senjata api.

Sebanyak 25 wartawan media cetak dan elektronik dilatih menembak oleh aparat militer Kodim 0614/Kota Cirebon di Lapangan Tembak Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Mereka menjajal senjata laras panjang jenis SS1 dengan jarak 80 meter dan pistol jenis P1 dengan jarak tembak 15 meter. Kedua senjata tersebut buatan Pindad.

"SS1 senjata andalan TNI Angkatan Darat, dengan senjata itu TNI menjuarai 7 kali kejuaraan tembak kelas dunia," ungkap Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Kav Taswin Djamaludin, Kamis (30/10).

Taswin Djamaludin mengakui, kegiatan menembak bersama wartawan ini adalah salah satu agenda komunikasi sosial (komsos) TNI bersama masyarakat. 

"Kegiatan menembak kami gabungkan dengan Komsos, karena wartawan merupakan komponen masyarakat," tuturnya kepada Portalkbr, Kamis (30/10).

Sebelum menembak, wartawan diberi pengarahan singkat mengenai tata cara menggunakan senjata dan penilaian menembak oleh Serma Supanji sebagai pimpinan penembak. Selain itu, para jurnalis itu diberi kesempatan menembak percobaan dengan tiga peluru untuk sepuluh peluru untuk menembak penilaian.

Disediakan enam lajur dengan tujuh pendamping, seorang pengawas lajur dan seorang penilai. Kodim sendiri menyediakan enam senjata yang digunakan menembak, dan enam senjata cadangan.

Salah satu wartawan media cetak lokal Harian Kabar Cirebon, Andik mengaku, menembak merupakan pengalaman pertama baginya. Pertama kali memegang senjata ia merasa grogi, dan sulit membidik sasaran.

"Grogi juga. Sasarannya jauh, susah nembaknya," kata Andik.

Namun, berkat arahan dari instruktur, tembakannya berhasil mengenai sasaran.

"Dari sepuluh peluru yang kena tiga," ujarnya.

Andik menyarankan, latihan menembak tidak hanya diadakan kali ini saja agar wartawan mahir menembak dan dapat mengoptimalkan kemampuannya.

"Supaya mahir latihannya harus rutin, siapa tahu ada wartawan yang jadi atlet menembak," tutupnya.(Frans C. Mokalu)


Editor: Anto Sidharta
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18