Stok Darah di PMI NTB Banyak Terjangkit Hepatitis B

KBR, Mataram - Stok darah hasil transfusi pendonor di Nusa Tenggara Barat banyak terjangkit penyakit kelamin. Meski jumlahnya tidak sebanyak darah yang terjangkit penyakit hepatitis B.

NUSANTARA

Kamis, 30 Okt 2014 21:06 WIB

Author

Zainudin Syafari

Stok Darah di PMI NTB Banyak Terjangkit Hepatitis B

PMI, donor darah

KBR, Mataram - Stok darah hasil transfusi pendonor di Nusa Tenggara Barat banyak terjangkit penyakit kelamin. Meski jumlahnya tidak sebanyak darah yang terjangkit penyakit hepatitis B.

Empat penyakit yang terjangkit di daerah itu di antaranya penyakit kelamin,  HIV 1 dan 2, hepatitis B, serta hepatitis C. Dalam sebulan, penyakit hepatitis bisa mencapai 10 sampai 20 kantong. Sementara penyakit lainnya jarang ditemui.

Hal itu dikatakan salah seorang petugas PMI Lobar, Wayan Mustika  Kamis (30/10) di sela-sela kegiatan donor darah di Mataram. Dikatakannya, Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati.

Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem. Setelah donor darah selesai, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap empat penyakit tersebut. Ketika ditemukan penyakit dalam darah, kantong tersebut akan dimusnahkan.

“Kita di NTB ini kan banyak kasus hepatitis cuman angkanya relatif setiap bulan berubah-ubah. Dalam sebulan mencapai 10 sampai 20 kantong. Hepatitis B yang paling banyak, dia menempati rangking pertama untuk hepatitis. Daerah NTB disini terkenal dengan endemis untuk hepatitis," kata Wayan Mustika, Kamis (30/10).

Dilanjutkannya, PMI melakukan pemeriksan dengan standar pemeriksaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinilai cukup canggih sehingga darah yang didistribusikan tersebut relatif aman. Selain  itu, sebelum darah ditranfusikan kepada pasien  terlebih dahulu dilakukan proses penyilangan antara darah donor dengan darah pasien untuk mencocokkan keduanya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18