Seorang Nelayan Asing di Lhokseumawe Positif HIV

Puluhan Anak Buah Kapal (ABK) asal Thailand dan Burma yang berada di penampungan sementara di bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, Aceh, beresiko tinggi rawan tertular virus HIV/Aids. Hal itu menyusul positifnya salah seorang nelayan tersebut terjangki

NUSANTARA

Selasa, 07 Okt 2014 14:20 WIB

Author

Erwin Jalaluddin

Seorang Nelayan Asing di Lhokseumawe Positif HIV

Nelayan Asing, Lhokseumawe, ODHA

KBR, Lhokseumawe – Puluhan Anak Buah Kapal (ABK) asal Thailand dan Burma yang berada di penampungan sementara di bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, Aceh, beresiko tinggi rawan tertular virus HIV/Aids. Hal itu menyusul positifnya salah seorang nelayan tersebut terjangkit virus mematikan itu.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Aceh Utara, Mahkrozal mengatakan, proses penyebaran virus mematikan di kalangan nelayan asing itu dipastikan sangat tinggi.

”Kita sedang berupaya bisa melakukan pemeriksaan terhadap yang lainnya rawan dan beresiko tinggi juga. Karena Kita ketahui  mereka kalau narkoba tidak. Tapi, adanya tato itu secara berganti-gantian tusuk yang pakai jarum sampai berdarah. Makanya, Kita takutkan mereka ada membuat tato-tato gituan lagi,” kata Mahkrozal kepada Portalkbr, Selasa (7/10).

Sebelumnya seorang nelayan asal Burma yang ditempatkan di penampungan sementara dinyatakan positif terinfeksi virus Acquired immunodeficiency syndrome (Aids). Pria berusia 37 tahun yang dirahasiakan identitasnya itu dinyatakan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berdasarkan tes laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM) Kabupaten Aceh Utara.

Para 56 Anak Buah Kapal (ABK) berkebangsaan Thailand dan Burma ditangkap aparat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe pada 10 April lalu. Mereka, ditangkap sekitar 11 mil dari bibir pantai Selat Malaka, tepatnya di kawasan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Lima dari 56 ABK tersebut sudah dipindahkan ke Rumah Detinsi Imigrasi (Rudenim) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sedangkan 51 orang sisanya ditempatkan di karantina sementara bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Sejumlah Kendala Vaksinasi Lansia