Produk Pertanian Organik Bondowoso Siap Bersaing di Pasar Bebas ASEAN

Produk pertanian organik asal Bondowoso, Jawa Timur, siap bersaing dalam Pasar Bebas ASEAN 2015 mendatang.

NUSANTARA

Kamis, 30 Okt 2014 12:42 WIB

Author

Friska Kalia

Produk Pertanian Organik Bondowoso Siap Bersaing di Pasar Bebas ASEAN

Produk Pertanian Organik Bondowoso, Pasar Bebas ASEAN

KBR, Bondowoso – Produk pertanian organik asal Bondowoso, Jawa Timur, siap bersaing dalam Pasar Bebas ASEAN 2015 mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Hindarto mengatakan, sejak awal produk pertanian organik di Bondowoso telah disiapkan untuk masuk pangsa pasar yang lebih luas. Menurut Hindarto, untuk memenuhi target tersebut, selain menerapkan praktek pertanian yang baik (Good Agriculture Practices) produk organik Bondowoso juga telah disertifikasi.
 
“Produk organik Bondowoso memang sudah disiapkan. Pertama sudah kita sertifikasi, yang kedua penerapan Good Agriculture Practices (GAP) yang merupakan persyaratan utama bersaing dengan pasar yang lebih luas,” kata Hindarto kepada Portalkbr, Kamis (30/10).
 
Selain mempersiapkan produk pertanian organik jelang Pasar Bebas ASEAN 2015, Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada kelompok tani utamanya dalam hal pengelolaan ekonomi mikro.
 
“Selain produknya kita dorong agar mutunya terus meningkat, kita juga siapkan SDM petani untuk bersaing dengan perluasan kerjasama dan pelatihan pengelolaan ekonomi mikro,” ujarnya.
 
Hindarto optimistis, produk organik asal Bondowoso memiliki kualitas yang lebih bagus dibanding dengan produk yang diimpor dari luar negeri. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya permintaan dari luar kabupaten. Saat ini, produk organik yang dihasilkan oleh Bondowoso berupa beras, beras merah, sayuran bahkan ikan organik.
 
Dinas Pertanian mencatat ada 23 hektare lebih lahan pertanian organik yang telah lulus sertifikasi oleh Lembaga Sertfikasi Organik Seloliman (LeSoS) dan 20 hektare lahan tengah dalam proses konversi. Selain itu, Dinas Pertanian juga tengah mengajukan proses sertifikasi untuk 20 ribu polybag sayuran organik.
 
Pemerintah Kabupaten Bondowoso sendiri telah memulai Gerakan Bondowoso Pertanian Organik (Botanik) sejak 2008. Hingga saat ini, sebanyak 32 ribu lahan pertanian dari 59 ribu luas tanam, telah menggunakan pupuk organik. Gerakan ini juga terbukti berhasil membuat petani tak bergantung pada pupuk kimia.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal