Pencarian Korban Kapal Motor Jabal Nur Dilanjutkan

Pencarian korban kapal layar motor Jabal Nur yang tenggelam di Selat Bali, Senin lalu (6/10), dilanjutkan kembali setelah sempat berhenti selama 18 jam akibat cuaca buruk.

NUSANTARA

Jumat, 10 Okt 2014 12:22 WIB

Author

Hermawan

Pencarian Korban Kapal Motor Jabal Nur Dilanjutkan

kapal, tenggelam, madura

KBR, Situbondo - Pencarian korban kapal layar motor Jabal Nur yang tenggelam di Selat Bali, Senin lalu (6/10), dilanjutkan kembali setelah sempat berhenti selama 18 jam akibat cuaca buruk.


Koordinator SAR Rescue Unit Basarnas Jember, Rudi Prahara mengatakan, di hari ke empat ini, Pencarian difokuskan di arah utara laut Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebab diperkirakan korban yang belum ditemukan bergeser di arah utara laut pesisir Pulau Raas.


Kata Rudi, pencarian dilanjutkan kembali karena cuaca di Selat Madura sudah membaik. Tinggi gelombang antara 2 meter. Kondisi tersebut aman untuk melakukan pencarian. Tim SAR gabungan menggunakan kapal KN 225 untuk menyisir Pulau Raas.


“Masih di seputaran Paulau Raas ke arah utara masuk Selat Raas. Total 28 jadi belum ada perubahan, 20 meninggal yang 8 selamat,” kata Rudi Prahara (10/10).


Menurut Rudi, seluruh korban yang temukan dibawa ke puskesmas Raas, untuk diidentifikasi. Sedangkan untuk korban selamat langsung mendapatkan pertolongan pertama. Pencarian terus dilakukan hingga 3 hari ke depan. Karena sesuai prosedur SAR pencarian dilakukan selama 7 hari.


Berdasarkan Keterangan yang dihimpun KBR, kapal motor Jabal Nur membawa rombongan lamaran dari pulau Raas Madura menuju Bali. Rombongan bertolak dari Raas Madura sekitar pukul 07.00 WIB, Senin (6/10) pagi. Perjalanan normal, rombongan mestinya sudah sampai pukul 17.00 WiB. Namun pada pukul 16.00 seseorang di atas kapal menghubungi keluarganya. Dia mengabarkan jika kapal yang ditumpangi mengalami bocor.


Hingga pukul 17.00,  kapal motor tak kunjung sampai tujuan. Keluarganya pun panik, karena orang di atas kapal motor sudah tidak bisa dihubungi lagi. Bahkan, hingga kini keberadaan kapal itu masih belum diketahui. 


Editor: AntoniuS Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia