Pemulangan Patung Langka Larantuka, terkendala Pemda NTT

KBR, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan pemulangan patung perunggu langka dari Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur yang berada di Australia, terkendala pemerintah daerah.

NUSANTARA

Sabtu, 11 Okt 2014 14:08 WIB

Author

Indra Nasution

Pemulangan Patung Langka Larantuka, terkendala Pemda NTT

Patung, Larantuka, NTT, australia

KBR, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan pemulangan patung perunggu langka dari Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur yang berada di Australia, terkendala pemerintah daerah. (Baca: Kasus Patung Larantuka, Pemerintah Diminta Kerjasama Buru Koleksi Lain di Australia)

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan mengatakan, pemerintah daerah NTT belum menyiapakan dokumen yang kuat untuk memulangkan patung langka itu. Selain itu, pemda NTT belum yakin patung yang berada di negeri Kangguru itu milik Provinsi NTT

"Daerah belum meyiapkan dokumentasi yang kuat, misalnya anda menemukan barang dari rumah anda, terus, kalau anda tidak pernah memiliki bagaimana, kira-kira begitu logikana, kita sedang komunikasi dengan daerah, daerah sendiri belum yakin itu miliknya, kan repot," kata Kacung kepada KBR (11/10)

Sebelumnya Pemerintah didesak untuk meminta kembali patung perunggu langka dari Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Patung purbakala itu hilang dan kini berada di galeri nasional Australia.

Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya Johannes Marbun mengatakan, benda itu bisa diminta karena kedua negara memiliki ikatan kerjasama di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa.


Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal