Pelaku UMKM Kecewa Dengan Stand Festival Muharram

KBR, Bondowoso

NUSANTARA

Sabtu, 25 Okt 2014 11:12 WIB

Author

Friska Kalia

Pelaku UMKM Kecewa Dengan Stand Festival Muharram

muharram, festival, umkm, bondowoso

KBR, Bondowoso – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) di Bondowoso, Jawa Timur mengaku kecewa dengan stand pameran yang disediakan Pemerintah Kabupaten setempat, dalam acara Festival Muharram. Pasalnya stand yang ada dirasa cukup kecil untuk sebuah pameran. Salah seorang pelaku usaha Fitri mengeluhkan terbatasnya waktu untuk mendekorasi stand. Hingga hari ini saja masih banyak stand pameran yang belum siap.

“Standnya kurang besar, inginnya bias 2 stand supaya bisa menampilkan semua produk yang kita punya. Selain itu kurang waktu untuk menghias stand, harusnya kan sudah siap sejak H – 2, tapi kita baru dapat info pagi tadi,” kata Fitri saat ditemui KBR disela menghias stand pamerannya, Sabtu (25/10).

Fitri juga mengeluhkan tindakan diskriminatif Dinas Koperasi dan Perdaganganyang tidak adil dalam pembagian stand pameran kepada pelaku UMKM. Menurutnya, ada beberapa pelaku usaha yang dekat dengan Kepala Dinas, mendapatkan stand lebih dari satu.

Sementara itu, keluhan  serupa disampaikan oleh perajin alat musik tradisional, Muhammad Halil. Menurutnya, stand yang disediakan hanya mampu menampung sedikit dari produk alat musik buatannya. Minimnya waktu yang diberikan oleh Dinas membuat persiapan pelaku UMKM mengikuti pameran juga tak maksimal.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja