FGII Kecam Tips Berpacaran di Buku SMA

Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengecam tulisan tips berpacaran yang baik dalam buku pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 untuk semester I kelas XI SMA, MA, SMK dan MAK. T

NUSANTARA

Senin, 13 Okt 2014 18:49 WIB

Author

Ari Nugraha

FGII Kecam Tips Berpacaran di Buku SMA

buku pacaran, sma, mendikbud


KBR, Bandung - Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengecam tulisan tips berpacaran yang baik dalam buku pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014 untuk semester I kelas XI SMA, MA, SMK dan MAK. Tips berpacaran yang baik itu tercantum dalam bahasan pencegahan seks bebas mulai dari halaman 127-129.


Menurut Sekertaris Jenderal FGII Iwan Hermawan, pemerintah harus segera melakukan revisi atas adanya tips berpacaran tersebut dengan cara menghilangkan beberapa halaman yang di dalamnya berisi tulisan yang tidak mendidik.


"Dari buku tersebut diantaranya niatkan bahwa tujuan berpacaran itu adalah untuk saling mengenal lebih dekat. Hindari tempat yang terlalu sepi atau tepat yang mengandung aktivitas seksual,” ujarnya kepada KBR di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Senin (13/10).


“Berikutnya ini yang membuat kami aneh juga, hindari makanan-makanan yang merangsang sebelum dan selama pacaran. Hindari baca bacaan atau film porno yang merangsang sebelum dan selama pacaran.” 


Iwan Hermawan mengatakan selain mengecam adanya tips berpacaran, juga mengkritik ilustrasi tulisan tips berpacaran.


Iwan menyebutkan dalam ilustrasi tips berpacaran yang sehat tersebut ditampilkan seorang laki-laki memakai peci dan seorang perempuan berhijab dengan latar sebuah air terjun. Padahal kata Iwan, pakaian tersebut identik dengan penganut agama Islam.


FGII menyatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dianggap melegalkan budaya berpacaran yang bertentangan  dengan kaidah agama. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jokowi Perintah Menkes Segera Tetapkan Kriteria Pembatasan Sosial Berskala Besar