Doakan pelantikan Jokowi, Walikota Solo Gelar Ritual di Gunung Lawu

KBR, Surakarta - Walikota Surakarta Hadi Rudyatmo beserta kader dan simpatisan PDI Perjuangan serta relawan Jokowi-JK melakukan doa di puncak Gunung Lawu, malam ini.

NUSANTARA

Kamis, 09 Okt 2014 19:42 WIB

Author

Yudha Satriawan

Doakan pelantikan Jokowi, Walikota Solo Gelar Ritual di Gunung Lawu

Jokowi, prabowo

KBR, Surakarta - Walikota Surakarta Hadi Rudyatmo beserta kader dan simpatisan PDI Perjuangan serta relawan Jokowi-JK melakukan doa di puncak Gunung Lawu, malam ini.

Menurut Rudy, Ritual tersebut untuk mendoakan capres terpilih, Jokowi, agar lancar dalam pelantikan sebagai Presiden dan masa pemerintahannya mendatang. Rudy mengatakan Gunung Lawu memiliki sejarah perjuangan melawan penjajahan.

"Ya intinya mendoakan Pak Jokowi agar saat pelantikan sebagai Presiden dan masa pemerintahannya mendatang lancar, tidak ada kendala apapun, termasuk mendoakan kota Solo agar tetap aman dan nyaman. Itu saja yang saya lakukan tirakat atau doa untuk sahabat saya dilantik menjadi Presiden," kata Rudy.

Rudy mengungkapkan pendakian akan dilakukan malam ini melalui pos Cemoro Kandang yang berada di perbatasan Karanganyar Jawa Tengah dengan Magetan Jawa Timur. Ritual tirakat atau doa akan dilakukan saat tengah malam. Rudy didampingi DPRD kota Surakarta dari PDI-P akan bersama-sama melakukan pendakian di Gunung Lawu ini.

"Saya pasti selalu mendoakan dan mendukung. Kader, simpatisan PDI-P, ada juga relawan Jokowi-JK hingg masyarakat umum ikut tirakat juga. Gunung Lawu kan penuh dengan sejarah perjuangan ketika Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara 1 melakukan perlawanan pada penjajah. Sambernyawa melarikan diri ke sana dan melakukan tirakat di Gunung Lawu itu untuk menghindari pembunuhan yang akan dilakukan penjajah maupun pejabat pro-penjajah, Sambernyawa melakukan ritual tirakat agar Tuhan menyelamatkan dirinya," jelas dia.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Dampak Revisi UU KPK