28 Ekor Sapi Tujuan Bekasi dan Depok Disita Polisi Banyuwangi

Kepolisian Banyuwangi dan Balai Karantina Hewan Ketapang Jawa Timur, menyita 28 ekor sapi di Pelabuhan Ketapang. Puluhan ekor sapi tersebut diduga berasal dari wilayah timur Indonesia dan akan dibawa ke Kota Bekasi dan Depok, Provinsi Jawa Barat.

NUSANTARA

Senin, 27 Okt 2014 14:31 WIB

Author

Hermawan

28 Ekor Sapi Tujuan Bekasi dan Depok Disita Polisi Banyuwangi

28 Ekor Sapi, Depok, Banyuwangi

KBR, Banyuwangi - Kepolisian Banyuwangi dan Balai Karantina Hewan Ketapang Jawa Timur, menyita 28 ekor sapi di Pelabuhan Ketapang. Puluhan ekor sapi tersebut diduga berasal dari wilayah timur Indonesia dan akan dibawa ke Kota Bekasi dan Depok, Provinsi Jawa Barat.

Pejabat Kepolisian Banyuwangi. Eko Darmawan mengatakan, sapi-sapi itu diamankan, karena tidak memiliki dokumen resmi. Dikhwatirkan puluhan ekor sapi itu terjangkit penyakit antraks.

Sebab wilayah timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan sebagai daerah dengan penyebaran antraks. Bahkan hingga saat ini wilayah itu masih belum terbebas dari penyakit antraks.

Untuk memastikan hewan- hewan itu terbebas dari penyakit antraks, kata Eko, Kepolisian Banyuwangi bersama Dinas Peternakan Banyuwangi akan memeriksa satu-per-satu sapi itu.

“Sementara barang buktinya kan dua truk, sekitar 28 ekor. Informasi satu di Bekasi, dua di daerah Depok. Untuk itu makanya nanti kita akan kordinasi dengan pihak karantina sini. Karena kalau resminya ya hewan itu harus melalui Balai Besar Karantina di Bali sana. Karena kuota habis makanya perizinanya sulit,” kata Eko Darmawan, Senin (27/10)

Eko menambahkan, selain menyita puluhan ekor sapi, pihaknya juga mengamankan 2 orang yang diduga sopir dan pemilik sapi. Mereka saat ini diperiksa secara intensif di Mapolres Banyuwangi.

Mereka terancam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp150 juta.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Vaksinasi Covid-19 dan Ancaman Hoaks

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bencana Kala Pandemi dan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Kabar Baru Jam 10