Unjukrasa di Bima Berakhir Bentrok, 5 Demonstran Luka Parah

KBR68H, Bima- Puluhan demonstran yang menamakan diri Himpunan Masyarakat Donggo dan Soromandi (HIMDOS) di kantor DPRD Kabupaten Bima terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian Resort Bima Kota Rabu (30/10)sekitar pukul 11.00 WITA. Para pengunjukrasa dalam

NUSANTARA

Rabu, 30 Okt 2013 19:57 WIB

Author

Radio Pelangi FM Bima

Unjukrasa di Bima Berakhir Bentrok, 5 Demonstran Luka Parah

demo, bima, bentrok

KBR68H, Bima- Puluhan demonstran yang menamakan diri Himpunan Masyarakat Donggo dan Soromandi (HIMDOS) di kantor DPRD Kabupaten Bima terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian Resort Bima Kota Rabu (30/10)sekitar pukul 11.00 WITA. Para pengunjukrasa dalam aksinya menuntut perbaikan jalan di dua Desa yaitu, Desa Sai dan Sampungu Kecamatan Soromandi.

”Kami meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Bima dan seluruh anggota dewan untuk mengambil sikap dengan menganggarkan dana untuk perbaikan jalan di Desa Sai dan Sampungu. Dan menekan Bupati Bima untuk segera merealisasikan dana untuk perbaikan jalan tersebut”ujar Koordinator(korlap) massa, Aidin saat berorasi.

Hanya berselang 10 menit melakukan orasi, massa mencoba masuk ke kantor dewan, namun dihalangi oleh ratusan aparat Kepolisian resort Bima Kota yang telah berjaga sejak pagi.

Aksi saling dorong tidak terelakkan, sehingga aparat mengejar massa hingga berhamburan.Tak berselang lama, demonstran kembali mendekat ke kantor DPRD. Polisi kemudian langsung memukul demonstran, menembakkan gas air mata sebanyak dua kali dan menembakkan air dari mobil water canyon.

Akibat insiden pemukulan dan tembakan gas air mata, lima pengunjukrasa terluka parah pada bagian kepala dan beberapa anggota badan. Salah satu korban bernama,Habibi menderita luka patah tangan kanan akibat dari pukulan pentungan aparat kepolisian. Sementara itu dari pihak Kepolisian, satu anggota provost Sukardin mengalami luka bocor kepala akibat lemparan batu.

Lima korban langsung dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapatkan pertolongan medis, sedangkan satu orang anggota provost menurut informasi mendapat perawatan di Klinik Polres Bima Kota.

Mendapati temannya banyak menjadi korban luka-luka, para demonstran akan menempuh jalur hukum atas kekerasan yang dilakukan aparat Kepolisian.

”Tidak hanya datang kembali kantor wakil rakyat, kami juga menyorot aparat kepolisan yang seharusnya  mengayomi dan melindungi masyarakat, justru memukul secara membabi buta. Bahkan saat pemukulan terjadi, kami juga tidak mendengar adanya tembakan peringatan, langsung kami dihujani dengan pentungan, gas air mata dan tembakan air dari water canyon.kami akan tempuh jalur hukum atas aksi koboi oknum aparat ini,"ujar salah satu demonstran Sadamullah.

Setelah insiden tersebut, massa membubarkan diri dan menuju ke Kantor Satreskrim Bima Kota. Pasalnya, salah satu demonstran, Wahyudin telah ditahan oleh aparat kepolisian. Massa kemudian berdialog dengan Kapolres Bima Kota, Benny Basir Warmansyah menuntut temannya  dibebaskan. Permintaan tersebut dikabulkan sehingga massa sepakat untuk membubarkan diri dengan teratur.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?