Bagikan:

UMKM Minta Dilibatkan dalam Proyek Seragam Batik PNS Surakarta

KBR68H, Surakarta - UMKM batik di kampung batik di kota Surakarta Jawa Tengah minta dilibatkan dalam pengadaan proyek seragam batik bagi puluhan ribu PNS Pemkot Surakarta.

NUSANTARA

Senin, 14 Okt 2013 14:25 WIB

UMKM Minta Dilibatkan dalam Proyek Seragam Batik PNS Surakarta

seragam batik, PNS Surakarta, UMKM

KBR68H, Surakarta - UMKM batik di kampung batik di kota Surakarta Jawa Tengah minta dilibatkan dalam pengadaan proyek seragam batik bagi puluhan ribu PNS Pemkot Surakarta. Koordinator UMKM Kampung Batik Kauman kota Surakarta, Gunawan Setiawan mengatakan selama ini proyek pengadaan batik PNS di kota Surakarta mayoritas dilakukan pabrik tekstil.

Menurut Gunawan, Keterlibatan pengadaan proyek batik bagi seragam batik PNS di kota Surakarta ke berbagai industri kecil dan menengah kampung batik sebagai bentuk pemberdayaan.

“Kalau saya sih mengusulkan kan banyak UMKM batik di kota Surakarta..kalau mau batik printing di industri batik besar ya monggo, menengah juga silakan, atau industri kecil batik di sentra kampung batik ya tetap harus diikutkan atau dilibatkan..jelas motif batik harus standar, warna juga standar, proses seperti ini yang akan menjadi uniknya kota Surakarta dan tidak dimiliki daerah lain..PNS pemkot Surakarta memakai seragam batik, hasil tangan pengrajin batik di kota SUrakarta, bukan buatan pabrik tekstil..makanya para pengusaha dan pengrajin batik harus dikumpulkan dulu..Kampung batik Kauman, Laweyan, Sondakan, Pasar Kliwon, dan sentra batik lainnya di kota Surakarta..banyak lho..” katanya.

Pemkot Surakarta berencana menganggarkan pengadaan seragam batik untuk PNS pemkot sebesar 5 Milyar rupiah. Pemkot mencatat ada 10 ribu PNS di lingkungan Pemkot Surakarta. Pemkot menegaskan penganggaran pengadaan seragam batik untuk PNS ini untuk menambah intensitas pemakaian seragam batik dari seminggu sekali menjadi seminggu tiga kali.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending