Bagikan:

Pemkot Surakarta Bangun Mal untuk Kalangan Menengah ke Bawah

KBR68H, Surakarta - Pemkot Surakarta mengajukan anggaran pembangunan sebuah mal di kompleks pasar tradisional di kota Surakarta.

NUSANTARA

Jumat, 25 Okt 2013 14:04 WIB

Pemkot Surakarta Bangun Mal untuk Kalangan Menengah ke Bawah

mal, surakarta, menengah ke bawah

KBR68H, Surakarta - Pemkot Surakarta mengajukan anggaran pembangunan sebuah mal di kompleks pasar tradisional di kota Surakarta. Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo, menegaskan mal tersebut khusus untuk masyarakat menengah ke bawah dengan menyajikan berbagai produk UMKM di kota Surakarta. Menurut Rudy, Pemkot Surakarta berencana membangun mall tersebut di seluruh 5 kecamatan di kota Surakarta.

“Kita itu akan memberikan ruang untuk UMKM, pasar di bawah itu pasar tradisional, tetap ada pedagang di los, kos, dan oprokan..kemudian bangunan itu kita buat bertingkat, dan disitu akan dijual berbagai produk UMKM di Solo..ini baru rencana 1 kita bangun..dan nanti di situ dilengkapi travellator, tangga berjalan tapi yang datar, bukan yang berundak-undak..untuk memudahkan para difabel ikut menikmati pasar dan mall ini..dagangan yang dijual di sana kita harapkan kualitasnya sama atau gak jauh beda dengan yang ada di mall-mall lainnya..tapi harganya lebih murah..anti nama mall ini akan kita sayembaran ke masyarakat, mau dinamain mall apa?”kata Hadi di Surakarta, Jumat (25/10).

Rudy mengungkapkan pembangunan mall di kompleks Pasar tradisional tersebut akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Rudy mengatakan selama ini banyak masyarakat ekonomi menengah ke bawah merasa minder jika ingin menikmati suasana mall yang selama ini ada di kota Surakarta. Pembangunan mall di kompleks pasar tradisional di kota Surakarta ini dianggarkan 14 Milyar rupiah dengan rincian APBD 4 Miliar rupiah dan APBN 10 milyar rupiah.

Detail dan rencana bangunan Mal di kompleks pasar tradisional di kota Surakarta ini sudah disiapkan pemkot Surakarta. Padahal selama ini, Pemkot Surakarta memiliki Perda tentang perlindungan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern. Dalam salah satu klausul perda tersebut menyatakan jarak pembangunan pasar modern berupa mall, minimarket, supermarket, dan hipermarket minimal 500 meter dari lokasi pasar tradisional yang terdekat di sekitarnya.
 
Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10