Nenek 96 Tahun Segel Puskesmas Fatukoa Kupang

KBR68H, Kupang - Petronela Boembalan, nenek berusia 96 tahun menyegel puskesmas pembantu (Pustu) di Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

NUSANTARA

Selasa, 29 Okt 2013 11:14 WIB

Author

Silver Sega

Nenek 96 Tahun Segel Puskesmas Fatukoa Kupang

nekek 96 tahun, segel, puskesmas, kupang

KBR68H, Kupang - Petronela Boembalan, nenek berusia 96 tahun menyegel  puskesmas pembantu (Pustu) di Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ini karena  pemerintah Kota belum membayar biaya pembebasan lahan untuk pembangunan Pustu tersebut. Ketua RW Sokon Kelurahan Fatukoa, Filmon Boembalan mengatakan, nenek Petronela Boembalan selalu menanyakan uang ganti rugi lahan ke dirinya.

"Pemerintah janji bilang mau bayar, mau kasih uang sirih pinang, sampai saat ini belum. Nah nenek tua pikir bahwa itu uang beta dengan RT dan Pa Lurah kerjasama supaya apakah su terima itu uang atau belum. Tidak ada perjanjian sehingga nenek ini tanya beta terus, tanya beta terus, beta su malu perasaan malu, be bilang biar sa bagini supaya terbuka, supaya dari pemerintah bilang memang mau kasi kosong atau bagaimana pun juga saya tidak campur tangan untuk uang, uang itu."kata Filmon di Kupang, Selasa (29/10).

Ketua RW Sokon, Fatukoa, Kota Kupang, Filmon Boembalan menambahkan, penyegelan pustu ini akan dilakukan hingga pemerintah membayar biaya ganti rugi. Jika tidak mereka akan mengambil kembali lahan yang telah dibangun Puskesmas Pembantu tersebut.

Nenek Petronela mendatangi Pustu tersebut bersama cucu- cucunya. Mereka memaku pintu bangunan Pustu dengan papan, serta poster bertuliskan, Pustu ini disegel. Mereka minta pemerintah Kota Kupang segera membayar biaya ganti rugi lahan seluas 1.600 meter persegi. Akibat penyegelan itu aktivitas pelayanan kesehatan di Pustu itu lumpuh total. 

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?